- KPK memeriksa Kepala Dinas PUPR Mempawah dan lima ASN sebagai saksi korupsi proyek jalan di Polda Kalbar.
- Penyidikan kasus dugaan korupsi proyek jalan tahun 2015 tersebut kini telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka utama.
- KPK sebelumnya telah menggeledah berbagai lokasi serta memeriksa mantan Bupati Mempawah terkait pengembangan penyidikan perkara korupsi ini.
SuaraKalbar.id - Penanganan kasus dugaan korupsi proyek peningkatan jalan di Kabupaten Mempawah kembali memanas.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali bergerak dengan memanggil Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mempawah, Hamdani (HD), bersama lima aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah sebagai saksi.
Pemeriksaan para saksi dilakukan di Polda Kalbar, Selasa (28/4/2026).
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan enam saksi yang dipanggil terdiri dari Hamdani serta lima ASN berinisial HA, HP, AA, NH, dan USN.
“Pemeriksaan bertempat di Polda Kalbar,” ujar Budi kepada wartawan di Jakarta.
Pemanggilan ini berkaitan dengan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pada pekerjaan peningkatan jalan di lingkungan Dinas PUPR Kabupaten Mempawah tahun anggaran 2015.
Kasus lama yang kembali mencuat ini membuat publik bertanya-tanya.
KPK juga telah menetapkan tiga orang tersangka, terdiri dari dua penyelenggara negara dan satu pihak swasta. Namun hingga kini identitas tersangka maupun modus operandi kasus tersebut belum dibuka ke publik.
Tak hanya itu, dalam pengembangan perkara ini, KPK juga sempat menggeledah 16 lokasi di Kabupaten Mempawah, Sanggau, dan Pontianak pada 25–29 April 2025.
Baca Juga: 7 Daya Tarik Hutan Mangrove Mempawah: Wisata Edukasi Murah, Cocok untuk Liburan Keluarga
Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita sejumlah dokumen penting dan barang bukti elektronik.
Kasus ini juga sempat menyeret nama besar.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, pernah dipanggil KPK sebagai saksi pada 21 Agustus 2025 dalam kapasitasnya sebagai mantan Bupati Mempawah.
Bahkan pada September 2025, rumah pribadi dan rumah dinas Ria Norsan serta rumah Bupati Mempawah, Erlina Ria Norsan, turut digeledah penyidik KPK.
Pemanggilan terbaru ini mengindikasikan kasus tersebut belum berhenti.
Publik kini menanti, apakah pemeriksaan terhadap Kadis PUPR dan lima ASN ini akan membuka babak baru atau justru menyeret nama-nama lain dalam dugaan korupsi proyek jalan di Mempawah.
Berita Terkait
-
7 Daya Tarik Hutan Mangrove Mempawah: Wisata Edukasi Murah, Cocok untuk Liburan Keluarga
-
50 Tim Melaju ke Semifinal Festival Sahur-Sahur 2026 di Mempawah, Ini Daftar Lengkapnya
-
Festival Sahur-Sahur ke-23 Tahun 2026 Siap Semarakkan Ramadan di Mempawah, Catat Tanggalnya
-
Mempawah Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla 2026, Antisipasi Ancaman Kabut Asap Sejak Dini
-
Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
BRI Konsisten Buyback Saham untuk Optimalkan Nilai Pemegang Saham
-
Sempat Mangkir, Pamar Lubis Kini Ditahan Polda Kalbar
-
BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional
-
BRI Rayakan Perjalanan 131 Tahun dengan Semangat Kolaborasi dan Kepedulian
-
Dari Investor Global hingga UMKM, BRI Bangun Koneksi Bisnis Lintas Negara