- Pemkab Mempawah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla 2026 berdasarkan prakiraan cuaca BMKG yang menunjukkan curah hujan rendah.
- Wakil Bupati Mempawah mengumumkan penetapan ini pada Rabu, 28 Januari 2026, untuk tingkatkan kesiapsiagaan.
- Langkah ini bertujuan mempermudah koordinasi antar stakeholder dan segera membentuk Satgas penanggulangan bencana.
SuaraKalbar.id - Pemerintah Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi Burdadi, saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian dan Penanganan Karhutla, Rabu, 28 Januari 2026.
Juli Suryadi menjelaskan bahwa kebijakan tersebut didasarkan pada prakiraan cuaca dan iklim dari BMKG Kalimantan Barat. Berdasarkan peta prakiraan, curah hujan pada minggu keempat Januari hingga awal Februari 2026 berada pada kategori rendah hingga menengah di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan tahun 2026,
“Dengan kondisi cuaca seperti ini, potensi Karhutla di Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Mempawah, sangat mungkin terjadi," katanya melansir suarakalbar, Kamis, 29 Januari 2026.
Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Asap dinilai sebagai langkah penting. Pemkab Mempawah berharap dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh pemangku kepentingan kebencanaan secara maksimal.
“Penetapan status siaga ini juga bertujuan untuk mempermudah koordinasi antar seluruh stakeholder, sekaligus sebagai upaya bersama dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu," ujarnya.
Ia meminta agar pasca penetapan status siaga darurat segera dibentuk Satuan Tugas (Satgas) penanggulangan bencana. Satgas ini bertugas melakukan pemantauan terhadap kondisi alam dan aktivitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan risiko bencana, termasuk mengumpulkan informasi kebencanaan.
“Pemantauan ini tidak hanya terkait kejadian bencana, tetapi juga mencakup upaya penanganan yang dilakukan oleh berbagai pihak, baik pada tahap prabencana, tanggap darurat, maupun pascabencana,” jelasnya.
Ia berharap melalui forum koordinasi ini dapat terbangun kesamaan langkah dan persepsi antarinstansi, sekaligus menghasilkan rekomendasi yang memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana kabut asap.
Berita Terkait
-
Solusi Cepat Jelajah Kalbar: Panduan Lengkap Marina Express April 2026!
-
Ekonomi Kayong Utara Melejit 5,89 Persen, Kawasan Industri Pulau Penebang Jadi Motor Utama
-
8 Orang Tewas dalam Tragedi Helikopter Jatuh di Sekadau, KNKT Dalami Penyebab Kecelakaan
-
Viral Wagub Kalbar Tantang Dedi Mulyadi Pimpin Daerahnya: Kalau Bisa Kucium Lututnya
-
Berobat ke Malaysia, Langkah Gubernur Kalbar Ria Norsan Disorot di Tengah Kabar Pemeriksaan KPK
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Mana Lebih Hemat? Adu Harga Sembako Pontianak vs Kuching, Hasilnya Tak Terduga
-
AJI Pontianak Soroti Nasib Pekerja Media di May Day, Kesejahteraan Masih Rentan
-
Tengkawang dari Hutan Kalimantan Kini Diburu Brand Dunia, Ini Manfaatnya untuk Kulit dan Rambut
-
Dari Upah Layak hingga Outsourcing, Ini 10 Tuntutan Buruh Kalbar di May Day
-
Siswa Sekolah Swasta di Kalbar Kini Bisa Dapat Beasiswa, Lebih dari 113 Ribu Sudah Terbantu