Tasmalinda
Kamis, 30 April 2026 | 15:14 WIB
Saat warga Kalbar berbondong ke emas, Benarkah tabungan biasa mulai ditinggalkan?
Baca 10 detik
  • Masyarakat Kalimantan Barat kini beralih menjadikan emas sebagai instrumen investasi utama untuk menjaga stabilitas nilai aset keuangan.
  • Pertumbuhan tabungan emas di wilayah Kalimantan Barat meningkat hampir seratus persen dalam setahun terakhir karena kemudahan akses digital.
  • Tren investasi emas berfungsi sebagai strategi diversifikasi keuangan untuk mengurangi risiko dibandingkan hanya mengandalkan tabungan konvensional saja.

SuaraKalbar.id - Tren investasi di Kalimantan Barat mulai bergeser. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap emas, muncul pertanyaan besar: apakah tabungan biasa kini mulai ditinggalkan?

Minat masyarakat Kalimantan Barat terhadap investasi emas menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Produk seperti tabungan emas dan cicilan emas semakin diminati karena dinilai lebih fleksibel, aman, dan bisa dimulai dari nominal kecil.

Fenomena ini terlihat dari lonjakan jumlah nasabah serta nilai transaksi emas yang meningkat tajam. Bahkan, dalam catatan terbaru, pertumbuhan tabungan emas di wilayah tersebut hampir menyentuh 100 persen dalam setahun terakhir.

Kondisi ini menandakan adanya perubahan pola pikir masyarakat dalam mengelola keuangan. Jika sebelumnya tabungan konvensional menjadi pilihan utama, kini emas mulai dilirik sebagai alternatif yang dianggap lebih stabil.

Kemudahan akses juga menjadi faktor pendorong utama. Masyarakat kini dapat membeli dan menyimpan emas secara digital melalui aplikasi, tanpa harus datang langsung ke toko atau lembaga keuangan.

Selain itu, emas dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven), terutama saat kondisi ekonomi tidak menentu. Hal ini membuat banyak orang merasa lebih aman menyimpan kekayaan dalam bentuk emas dibandingkan uang tunai di tabungan.

Meski demikian, bukan berarti tabungan biasa benar-benar ditinggalkan. Produk tabungan tetap memiliki fungsi penting, terutama untuk kebutuhan likuiditas harian dan transaksi rutin.

Para pelaku industri keuangan menilai tren ini lebih sebagai bentuk diversifikasi keuangan, bukan pergeseran total. Artinya, masyarakat mulai membagi aset mereka antara tabungan dan investasi emas untuk mengurangi risiko.

Di sisi lain, peningkatan literasi keuangan juga turut mendorong masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan mereka.

Baca Juga: BRI Dukung Inovasi Pegadaian dengan TRING!, Dorong Akses Investasi Emas Digital untuk Masyarakat

Dengan tren yang terus berkembang, emas kini bukan lagi sekadar perhiasan, tetapi telah menjadi bagian dari strategi keuangan masyarakat. Pertanyaannya, apakah ini hanya tren sesaat, atau awal dari perubahan besar dalam cara orang menyimpan uang?

Load More