SuaraKalbar.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat tajam pada Jumat (16/5), setelah sempat mengalami penurunan pada hari sebelumnya.
Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas naik Rp25.000 menjadi Rp1.891.000 per gram, dari posisi Kamis (15/5) sebesar Rp1.866.000 per gram.
Kenaikan ini menghapus penurunan yang sempat terjadi sehari sebelumnya, di mana harga emas turun Rp20.000 dari Rp1.886.000 ke Rp1.866.000 per gram.
Sementara itu, harga jual kembali (buyback) juga naik dari Rp1.713.000 menjadi Rp1.738.000 per gram, mencerminkan tren penguatan harga emas dalam jangka pendek.
Transaksi Tetap Dikenai Pajak
Seperti biasa, setiap transaksi emas batangan dikenakan potongan pajak sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34/PMK.10/2017.
Untuk pembelian, Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 dikenakan sebesar 0,45 persen bagi pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 0,9 persen bagi non-NPWP.
Pajak ini langsung dipotong saat transaksi dan disertai bukti potong.
Penjualan kembali (buyback) emas ke Antam dengan nilai lebih dari Rp10 juta juga dikenai PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemilik NPWP, dan 3 persen bagi yang tidak memiliki NPWP.
Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Antam dan Galeri24 Naik Tipis, UBS Stabil
Potongan ini diberlakukan langsung dari total nilai transaksi buyback.
Rincian Harga Emas Batangan Antam per 16 Mei 2025
- 0,5 gram: Rp995.500
- 1 gram: Rp1.891.000
- 2 gram: Rp3.722.000
- 3 gram: Rp5.558.000
- 5 gram: Rp9.230.000
- 10 gram: Rp18.405.000
- 25 gram: Rp45.887.000
- 50 gram: Rp91.695.000
- 100 gram: Rp183.312.000
- 250 gram: Rp458.015.000
- 500 gram: Rp915.820.000
- 1.000 gram: Rp1.831.600.000
Harga tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan harga emas global dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Pergerakan harga dalam dua hari terakhir menunjukkan pentingnya memantau tren harga emas secara berkala.
Bagi investor jangka panjang, penurunan harga bisa menjadi peluang akumulasi, sementara penguatan hari ini memberi sinyal stabilitas jangka menengah.
Masyarakat disarankan untuk selalu mencatat bukti pembelian dan sertifikat emas resmi, serta memahami ketentuan pajak dalam setiap transaksi guna memastikan investasi berjalan aman dan terencana.
Berita Terkait
-
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Antam dan Galeri24 Naik Tipis, UBS Stabil
-
Harga Emas Antam Turun Rp20.000 per Gram, Buyback Juga Anjlok
-
Soroti Ketimpangan Investasi Tambang dan Kesejahteraan Masyarakat, Cornelis: Kalbar Butuh Keadilan!
-
Emas Terbang Tinggi! Antam Meroket Rp26.000 per Gram, Ini Daftar Harga Terbarunya
-
Harga Emas Antam Naik Rp3.000 per Gram, Buyback Tembus Rp1,75 Juta: Simak Rinciannya
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Jelang Persebaya vs PSS Sleman, Bonek Punya Misi Kemanusiaan untuk Korban Karhutla
Pilihan
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
Terkini
-
Agar Akses Berbagai Layanan di Koperasi Desa Makin Mudah, BRI Hadirkan BRILink Agen
-
Orang Utan pun Menyerah Hadapi Karhutla, Akankah Pemerintah Terus Menunggu Hujan?
-
Karhutla Kalbar Berulang, Komnas HAM Telusuri Tanggung Jawab Negara
-
BRI Raih 36 Penghargaan TBCCI 2026, Sabrina Jadi Andalan Layanan Digital
-
Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?