Suhardiman
Selasa, 12 Mei 2026 | 11:43 WIB
Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalbar di Pontianak. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • SMAN 1 Pontianak memprotes ketidakobjektifan penilaian dewan juri dalam Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat.
  • Pihak sekolah menyoroti dugaan perlakuan tidak transparan serta penggunaan relasi kuasa juri saat menentukan pemenang kompetisi.
  • SMAN 1 Pontianak menuntut penyelenggara memberikan klarifikasi resmi serta melakukan evaluasi proses penilaian demi menjaga kredibilitas lomba.

SuaraKalbar.id - Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat, yang melibatkan tim dari SMAN 1 Pontianak tengah menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Video yang memperlihatkan proses penilaian lomba viral setelah muncul dugaan adanya ketidakobjektifan dewan juri dalam memberikan nilai kepada peserta.

Dalam video yang beredar, tim dari SMAN 1 Pontianak disebut telah memberikan jawaban yang benar. Namun, jawaban tersebut diduga tetap dikurangi nilainya oleh dewan juri.

Situasi itu kemudian memicu reaksi dari warganet hingga hingga kalangan pendidikan yang mempertanyakan transparansi penilaian dalam kompetisi akademik tersebut.

SMAN 1 Pontianak Imbau Siswa Tetap Kedepankan Adab

Menanggapi polemik yang berkembang, pihak SMAN 1 Pontianak meminta seluruh siswa untuk tetap mengedepankan adab dalam menyikapi polemik tersebut.

"Untuk siswa-siswi SMAN 1 Pontianak, terkait permasalahan yang sedang viral, mohon jika berkomentar tetap mengedepankan adab,” tulis pihak sekolah dalam pernyataan resminya, melansir suarakalbar, Selasa, 12 Mei 2026.

Pihak sekolah menilai terdapat sejumlah hal yang perlu mendapat klarifikasi dari penyelenggara kegiatan.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah adanya kesamaan jawaban antara tim SMAN 1 Pontianak dan tim dari SMAN 1 Sambas.

Namun, menurut pihak sekolah, dewan juri hanya memberikan pembenaran kepada salah satu tim tanpa penjelasan yang dianggap transparan.

SMAN 1 Pontianak juga menyoroti fokus dewan juri dalam beberapa momen penilaian yang dinilai berpotensi memengaruhi objektivitas hasil lomba.

Pihak sekolah juga menyinggung adanya dugaan penggunaan relasi kuasa oleh dewan juri tanpa melalui proses konfirmasi dan klarifikasi yang memadai.

"Hal ini diperkuat dengan adanya validasi sepihak melalui MC mengenai kompetensi juri, sehingga kegiatan tetap dilanjutkan tanpa penyelesaian yang proporsional,” tulis pihak sekolah.

Menurut pihak SMAN 1 Pontianak, jawaban yang disampaikan tim peserta mereka telah diucapkan dengan artikulasi yang jelas dan tegas sehingga dinilai layak memperoleh penilaian objektif sesuai substansi jawaban.

Atas temuan tersebut, pihak sekolah meminta penyelenggara memberikan penjelasan resmi terkait dasar pengambilan keputusan dewan juri.

Selain itu, sekolah juga meminta adanya evaluasi terhadap proses penilaian guna menjaga integritas dan kredibilitas pelaksanaan LCC 4 Pilar pada masa mendatang.

Load More