- Aparat gabungan berhasil menggagalkan penyelundupan 2.253 butir telur penyu oleh seorang WNI di perbatasan Jagoi Babang, Kalimantan Barat.
- Pengungkapan kasus terjadi melalui koordinasi lintas negara antara pihak Sarawak Forestry Corporation Malaysia dengan petugas PLBN Jagoi Babang.
- Pelaku beserta barang bukti telah diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan jaringan perdagangan satwa liar lintas negara.
SuaraKalbar.id - Upaya penyelundupan ribuan telur penyu dari Indonesia ke Malaysia berhasil digagalkan aparat gabungan di wilayah perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
Sebanyak 2.253 butir telur penyu diamankan dari seorang warga negara Indonesia (WNI) yang diduga hendak menyelundupkannya ke wilayah Malaysia melalui jalur perbatasan.
Kasus ini terungkap setelah adanya koordinasi antara Sarawak Forestry Corporation (SFC) Malaysia, pihak Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang, dan Satgas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia.
Komandan SSK II, Lettu Arh Krisna menjelaskan, pelaku diketahui bernama Supianto alias SO (36), warga Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
“Berdasarkan hasil investigasi penyelundupan telur penyu dari Indonesia ke Malaysia di kawasan Pasar Serikin, ditemukan satu orang WNI atas nama Supianto beserta barang bukti telur penyu yang disimpan dalam kardus, ember dan keranjang,” ujar Lettu Arh Krisna.
Ia mengatakan, pengungkapan kasus bermula sekitar pukul 12.15 WIB saat personel Sarawak Forestry Corporation menghubungi pihak PLBN Jagoi Babang terkait temuan telur penyu di sebuah penginapan di kawasan Pasar Serikin, Bau, Malaysia.
Petugas Malaysia menduga telur-telur tersebut berasal dari Indonesia dan hendak diperdagangkan secara ilegal di wilayah Malaysia.
“Sekitar pukul 12.15 WIB personel SFC menghubungi pihak PLBN Jagoi Babang untuk melaporkan adanya temuan tersebut,” katanya.
Selanjutnya, pada pukul 12.16 WIB pihak PLBN Jagoi Babang langsung berkoordinasi dengan SFC Malaysia untuk melakukan pengecekan terhadap pelaku beserta barang bukti di Titik 0 PLBN Jagoi Babang.
Baca Juga: Ribuan Ekstasi dari Jaringan Malaysia Dimusnahkan di Kalbar, Dua Pria Terancam Hukuman Mati
Tak lama berselang, pihak PLBN kemudian berkoordinasi dengan Dan SSK II untuk melakukan pemeriksaan bersama terhadap terduga pelaku dan seluruh barang bukti yang diamankan.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan total 2.253 butir telur penyu yang disimpan di dalam kardus, ember, dan keranjang guna mengelabui petugas saat melintas di kawasan perbatasan.
Modus tersebut diduga digunakan agar barang bawaan pelaku tampak seperti barang kebutuhan biasa sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.
Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Aparat juga masih mendalami kemungkinan adanya jaringan perdagangan satwa liar lintas negara dalam kasus tersebut.
Perdagangan telur penyu sendiri termasuk aktivitas ilegal karena penyu merupakan satwa yang dilindungi. Pengambilan telur secara besar-besaran dapat mengancam kelangsungan populasi penyu di alam liar.
Petugas gabungan RI dan Malaysia memastikan pengawasan di jalur perbatasan akan terus diperketat guna mencegah praktik penyelundupan satwa dilindungi kembali terjadi.
Tag
Berita Terkait
-
Ribuan Ekstasi dari Jaringan Malaysia Dimusnahkan di Kalbar, Dua Pria Terancam Hukuman Mati
-
Mumpung Ringgit Lagi Turun? Ini 6 Tips Belanja Barang Branded Malaysia via Entikong
-
Viral Bus Pontianak-Kuching 2026, Interiornya Disebut Mirip Pesawat dan Tiketnya Bikin Kaget
-
Tips Belanja Gadget di Batas Negara: Cara Cek IMEI Agar Tidak Terblokir saat Pulang ke Pontianak
-
Siapa Patrick Kee? Eksekutif Malaysia Korban Helikopter Jatuh di Sekadau
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Long Weekend ke Singkawang, Ada Festival Dayak Naik Dango, Kuliner dan 80 Stan UMKM
-
Ribuan Ekstasi dari Jaringan Malaysia Dimusnahkan di Kalbar, Dua Pria Terancam Hukuman Mati
-
Promo Long Weekend Mei 2026, Bebelac hingga MamyPoko di Indomaret Jadi Andalan Hemat Keluarga
-
Kalimat Terakhir SMAN 1 Pontianak usai Polemik LCC Viral Bikin Publik Tersentuh
-
Sudah Viral karena Protes Juri, SMAN 1 Pontianak Kini Justru Tolak Lomba Ulang LCC