- Pemprov Kalimantan Barat berhasil menurunkan prevalensi stunting menjadi 13,56 persen pada triwulan pertama tahun 2026 berdasarkan aplikasi Sigizi Kesga.
- Pemerintah daerah mengoptimalkan layanan gizi, pemberian makanan tambahan, serta edukasi kesehatan bagi ibu hamil dan remaja putri setempat.
- Sistem aplikasi Sigizi Kesga diterapkan di seluruh puskesmas untuk mendeteksi potensi stunting lebih cepat demi intervensi kesehatan tepat sasaran.
SuaraKalbar.id - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) terus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak sebagai langkah utama dalam menekan angka stunting di daerah. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif dengan adanya tren penurunan prevalensi stunting dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data aplikasi Sigizi Kesga, angka stunting di Kalbar pada 2024 tercatat sebesar 14,04 persen. Angka tersebut kemudian turun menjadi 14,03 persen pada 2025 dan kembali menurun menjadi 13,56 persen pada Triwulan I 2026.
Penurunan tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan program intervensi kesehatan yang dijalankan Pemprov Kalbar melalui Dinas Kesehatan tingkat provinsi, kabupaten dan kota.
Berbagai program yang diperkuat pemerintah daerah meliputi layanan gizi ibu hamil, pemberian makanan tambahan bagi balita, promosi ASI eksklusif, hingga pemantauan tumbuh kembang anak melalui posyandu dan fasilitas kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Erna Yulianti, mengatakan, upaya penurunan stunting terus dilakukan secara konsisten di seluruh daerah meskipun terdapat perbedaan sumber data yang digunakan pemerintah.
“Untuk stunting memang terdapat beberapa sumber data. Namun berdasarkan laporan real time di Sigizi Kesga, kita sudah mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Meski begitu, berbagai upaya penurunan tetap terus kami lakukan,” ujarnya.
Erna mengatakan, data Sigizi Kesga merupakan laporan real time dari fasilitas kesehatan yang diperbarui secara berkala, sedangkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menggunakan metode survei berbasis sampling sebagai rujukan resmi pemerintah pusat.
Berdasarkan hasil SSGI, prevalensi stunting Kalbar saat ini masih berada di angka 21,08 persen dan ditargetkan turun menjadi 20 persen pada survei berikutnya di 2026.
Sepanjang tahun 2026, Pemerintah Provinsi Kalbar telah menyalurkan Tablet Tambah Darah (TTD) gratis kepada 104.791 ibu hamil melalui layanan puskesmas dan posyandu.
Baca Juga: Banjir Rendam Permukiman di Mandor Landak, 60 Rumah Warga Terdampak
Selain itu, sebanyak 292.769 remaja putri menjadi sasaran konsumsi TTD di seluruh kabupaten dan kota, dengan 198.340 di antaranya telah mengonsumsi sesuai standar minimal 26 tablet.
Pemerintah daerah juga menjalankan program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil kurang energi kronis (KEK) dan balita gizi kurang melalui dukungan anggaran BOK puskesmas.
Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat terus diperkuat melalui konseling gizi di posyandu dan kampanye kesehatan ibu dan anak di berbagai daerah di Kalimantan Barat.
Saat ini aplikasi Sigizi Kesga telah diterapkan di seluruh puskesmas kabupaten dan kota di Kalbar sebagai sistem pencatatan dan pemantauan capaian program secara real time.
Melalui sistem tersebut, potensi kasus stunting baru dapat dideteksi lebih cepat sehingga intervensi kesehatan dapat segera dilakukan di lapangan.
Pemprov Kalbar optimistis berbagai langkah yang terus diperkuat tersebut mampu mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda di Kalimantan Barat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
BRI Perkuat UMKM Eks Pekerja Migran Indonesia Lewat KUR dan Pelatihan Purna Migran
-
Ini Dedikasi Mantri BRI di Sumatera Utara: Menembus Batas Pelosok Demi UMKM Naik Kelas
-
Mari Rayakan HUT ke-70 Danamon di Pontianak dengan Hidangan Serba Rp70 Pakai QRIS D-Bank PRO
-
Kontribusi Pajak BRI Terbesar di Industri Keuangan, Perkuat Dukungan bagi Pembangunan Nasional
-
BRI Tawarkan ORI030 dengan Kupon Tetap Hingga 7,00% per Tahun