- Perekonomian Kalimantan Barat hingga April 2026 menunjukkan tren positif berkat kuatnya konsumsi masyarakat serta pertumbuhan sektor industri.
- Kinerja penerimaan pajak daerah mencapai Rp3,97 triliun dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor perdagangan besar dan eceran.
- Sektor industri pengolahan mencatat pertumbuhan sebesar 26,33 persen meski terdapat tantangan penurunan nilai ekspor produk kelapa sawit.
SuaraKalbar.id - Ketika berbagai negara masih dibayangi perlambatan ekonomi, perang dagang, hingga ketidakpastian geopolitik, Kalimantan Barat (Kalbar) justru menunjukkan daya tahan yang cukup mengejutkan.
Di balik berbagai tantangan global tersebut, ada satu faktor yang masih menjadi "penyelamat" ekonomi kalbar, yakni aktivitas belanja masyarakat yang tetap bergerak dan sektor industri yang terus tumbuh.
Data Kementerian Keuangan menunjukkan perekonomian Kalimantan Barat hingga April 2026 masih berada dalam jalur positif. Perputaran uang di masyarakat tetap terjaga, aktivitas usaha masih berjalan, dan penerimaan negara terus meningkat.
Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Barat, Triyanto, mengatakan ketahanan ekonomi Kalbar tidak lepas dari kuatnya konsumsi masyarakat serta pertumbuhan sektor industri pengolahan.
"Di tengah gejolak geopolitik dunia, APBN Regional Kalimantan Barat tetap tumbuh," ujarnya.
Ketika Warga Tetap Belanja, Ekonomi Ikut Bergerak
Bagi sebagian orang, aktivitas belanja mungkin terlihat sebagai rutinitas biasa. Namun bagi perekonomian daerah, belanja masyarakat merupakan salah satu mesin utama penggerak pertumbuhan.
Saat masyarakat membeli kebutuhan sehari-hari, makan di warung, berbelanja di pasar, hingga melakukan transaksi di pusat perbelanjaan, roda ekonomi ikut berputar.
Hal itu tercermin dari kinerja penerimaan pajak Kalbar yang hingga April 2026 mencapai Rp3,97 triliun atau tumbuh 16,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: BMKG Ingatkan Hujan Lebat Masih Mengintai Kalbar, Sejumlah Wilayah Diminta Waspada
Pertumbuhan tersebut menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha masih berlangsung cukup baik.
Sektor perdagangan besar dan eceran bahkan menjadi penyumbang terbesar penerimaan pajak di Kalbar dengan kontribusi mencapai 26,65 persen.
Angka ini menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat masih menjadi penopang utama ekonomi daerah di tengah berbagai tekanan global.
Industri Pengolahan Ikut Melesat
Tak hanya konsumsi rumah tangga, sektor industri pengolahan juga menunjukkan performa yang impresif. Hingga April 2026, sektor ini tumbuh 26,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut menjadi kabar baik karena industri pengolahan memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Tag
Berita Terkait
-
BMKG Ingatkan Hujan Lebat Masih Mengintai Kalbar, Sejumlah Wilayah Diminta Waspada
-
Capaian CKG Kalbar Baru 2,6 Persen, Pemprov Perkuat Deteksi Dini Penyakit
-
Kalbar Raih Penghargaan Demokrasi Nasional, Ria Norsan Dorong Partisipasi Publik Terus Diperkuat
-
Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan
-
Kelangkaan Solar Disebut Mulai Lumpuhkan Transportasi Air di Pesisir Kalbar
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut
-
Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama
-
IPOSC 2026 Digelar Saat Karhutla Parah, Muncul Desakan agar Acara Sawit Dibatalkan
-
KM Virgo 8 Dikira Tenggelam, Menhub Ungkap Kondisi Terbaru Kapal Ternyata Terbalik
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro Naikkelaskan Jutaan UMKM