Tasmalinda
Minggu, 17 Mei 2026 | 18:57 WIB
ilustrasi banjir rendam permukiman di Mandor Landak, 60 rumah warga terdampak
Baca 10 detik
  • Hujan deras menyebabkan banjir merendam 60 rumah di Desa Bebatung, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak pada Jumat sore.
  • Luapan air mencapai 50 sentimeter, namun akses jalan masih bisa dilalui kendaraan dengan kondisi tetap berhati-hati.
  • Aparat kepolisian memantau lokasi dan mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan akibat cuaca ekstrem.

SuaraKalbar.id - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, menyebabkan banjir merendam puluhan rumah warga di Desa Bebatung, Jumat (15/5/2026).

Sedikitnya 60 rumah di Dusun Setabar dan Dusun Bebatung terdampak akibat luapan air yang naik hingga mencapai sekitar 40 sampai 50 sentimeter.

Banjir terjadi sekitar pukul 16.00 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut selama beberapa jam.

Air dilaporkan masuk ke permukiman warga dan sempat menggenangi akses jalan di wilayah terdampak.

Meski demikian, kendaraan roda dua dan roda empat masih dapat melintas dengan hati-hati.

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari melalui Kapolsek Mandor IPDA Bernadus Didy Kusnadi mengatakan personel kepolisian langsung turun ke lokasi untuk melakukan monitoring serta memastikan kondisi warga tetap aman.

“Personel kami terus melakukan pemantauan di lokasi banjir untuk memastikan keamanan warga serta memonitor perkembangan situasi di lapangan,” ujar IPDA Bernadus.

Ia mengatakan, hingga malam hari debit air mulai berangsur surut sekitar 10 sentimeter. Warga pun masih memilih bertahan di rumah masing-masing dan belum ada yang mengungsi.

Selain memantau kondisi banjir, aparat juga berkoordinasi dengan perangkat desa dan masyarakat guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Baca Juga: Long Weekend ke Singkawang, Ada Festival Dayak Naik Dango, Kuliner dan 80 Stan UMKM

“Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” katanya.

Kapolsek mengingatkan warga untuk menjaga keselamatan keluarga, terutama anak-anak, serta segera melaporkan kepada aparat apabila debit air meningkat secara tiba-tiba.

“Kami berharap masyarakat tetap tenang namun tetap siaga. Keselamatan menjadi prioritas utama,” tambahnya.

Banjir di Mandor ini menambah daftar wilayah di Kalimantan Barat yang terdampak cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan lanjutan yang dapat memicu banjir susulan.

Load More