- Siswa SD Negeri 13 Nyanyum, Kabupaten Landak, menemukan ulat pada lauk ayam dalam program Makan Bergizi Gratis pemerintah.
- Pemerintah daerah menemukan sembilan dapur penyedia tidak memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi sehingga menyebabkan standar kualitas pangan menurun.
- Bupati Landak memerintahkan evaluasi menyeluruh serta memperketat pengawasan penyedia makanan demi menjamin keamanan konsumsi bagi para siswa sekolah.
SuaraKalbar.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, menjadi sorotan setelah ditemukan ulat pada lauk ayam yang disajikan kepada murid SD Negeri 13 Nyanyum. Temuan tersebut membuat sejumlah siswa memilih tidak melanjutkan makan siang mereka.
Kejadian itu terungkap saat guru dan pihak sekolah memeriksa makanan yang diterima siswa. Dalam video yang kemudian beredar di masyarakat, terlihat ayam goreng yang dibelah mengandung ulat-ulat kecil di bagian dalamnya. Sebelumnya, beberapa siswa juga mengaku mencium aroma tidak sedap dari lauk yang dibagikan.
Temuan tersebut langsung memicu kekhawatiran di lingkungan sekolah. Pasalnya, makanan yang disediakan merupakan bagian dari program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak usia sekolah.
Mengetahui kejadian tersebut, Bupati Landak Karolin Margret Natasa segera mengambil langkah dengan meminta evaluasi menyeluruh terhadap penyedia makanan dalam program MBG. Ia menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama.
"Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi pihak sekolah yang tanggap merekam serta melaporkan kejadian ini. Jangan pernah takut bersuara. Pemerintah daerah berdiri sepenuhnya di belakang pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat. Anak-anak kita berhak mendapatkan yang terbaik, bukan makanan tak layak konsumsi," kata Karolin.
Hasil evaluasi pemerintah daerah menemukan masih ada dapur penyedia makanan yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Tercatat sembilan dapur penyedia di Kabupaten Landak masih beroperasi tanpa sertifikat tersebut.
Karolin menilai kondisi itu sebagai kelalaian serius yang harus segera diperbaiki agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
"Saya sudah menerima laporannya dan ini adalah keteledoran yang sangat fatal. Tidak ada toleransi untuk masalah higienitas," ujarnya melansir suarakalbar-jaringan Suara.com, Senin (15/6/2026).
Sementara itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kuala Behe mengakui adanya kesalahan dalam proses pengolahan dan distribusi makanan. Kepala SPPG Kuala Behe, Deri Suraji, menyebut ayam yang digunakan berada dalam kondisi kurang layak sehingga memicu masalah tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah menarik makanan yang didistribusikan ke sejumlah sekolah. Deri menjelaskan bahwa persoalan muncul akibat kualitas bahan baku yang tidak lagi segar serta proses distribusi yang memakan waktu cukup lama.
Ia juga mengakui bahwa kejadian tersebut merupakan bentuk kelalaian yang harus menjadi bahan evaluasi bagi pengelola program.
Kasus ini mendapat perhatian luas karena menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap program pemenuhan gizi bagi anak sekolah. Banyak orang tua berharap makanan yang diberikan kepada siswa tidak hanya bergizi, tetapi juga memenuhi standar keamanan pangan.
Pemerintah Kabupaten Landak memastikan akan memperketat pengawasan terhadap seluruh dapur penyedia MBG. Inspeksi rutin akan dilakukan untuk memastikan setiap penyedia memenuhi standar kebersihan dan keamanan makanan.
Karolin bahkan menegaskan bahwa penyedia yang tidak mematuhi aturan dan standar higienitas dapat dicoret dari program.
"Bagi penyedia yang membandel dan tidak segera memperbaiki standar kebersihannya, saya pastikan tidak akan diizinkan lagi menjadi pemasok makanan bagi anak-anak sekolah," tegasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Banjir Rendam Permukiman di Mandor Landak, 60 Rumah Warga Terdampak
-
Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam
-
Kepala SPPG Harus Kerja Sama dengan Mitra-Yayasan Agar Program MBG Berjalan dengan Benar
-
Tak Sekadar Gizi, Program MBG di Lumajang Buka Peluang Kerja
-
105 SPPG di Aceh Berubah Jadi Dapur Umum, Salurkan Makanan untuk Korban Bencana
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
BRI Raih 4 Penghargaan, Perkuat Komitmen Dukung Digitalisasi dan UMKM
-
BRI Konsisten Buyback Saham untuk Optimalkan Nilai Pemegang Saham
-
Sempat Mangkir, Pamar Lubis Kini Ditahan Polda Kalbar
-
BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional
-
BRI Rayakan Perjalanan 131 Tahun dengan Semangat Kolaborasi dan Kepedulian