- Tim gabungan mengevakuasi seekor orang utan betina yang terjebak di kawasan bekas karhutla Kabupaten Kotawaringin Timur pada Rabu (14/10/2026).
- Pemerintah mengklaim tingkat keberhasilan pemadaman karhutla melampaui 80 persen, namun kabut asap lintas batas masih memicu protes serta gugatan hukum warga.
- Presiden Prabowo Subianto menyatakan hujan sebagai solusi akhir, sementara para pakar menilai penanganan karhutla gambut harus dilakukan secara tuntas tanpa bergantung pada hujan.
SuaraKalbar.id - Seekor orang utan betina berusia sekitar 20 tahun ditemukan terjebak di kawasan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
Di tengah lahan gambut yang hangus dan sumber makanan yang diduga semakin terbatas, satwa dilindungi itu harus bertahan di habitat yang terbakar.
Orang utan tersebut akhirnya diselamatkan oleh tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Orangutan Foundation International (OFI), dan Komunitas Animal Rescue Sampit pada Rabu (14/10/2026).
Kisah penyelamatan ini menjadi gambaran nyata dampak karhutla yang tidak hanya mengancam manusia melalui kabut asap, tetapi juga menghancurkan habitat satwa liar. Ketika orang utan harus dievakuasi dari lahan terbakar, kebakaran masih menjadi persoalan yang belum sepenuhnya selesai di sejumlah wilayah Indonesia.
Di sisi lain, pemerintah mengklaim tingkat keberhasilan pemadaman karhutla telah mencapai lebih dari 80 persen. Namun, kabut asap masih mengepung sejumlah daerah, mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan melintasi batas negara hingga Malaysia dan Singapura.
Di tengah situasi tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyebut hujan sebagai solusi akhir untuk membantu mengatasi kebakaran dan kabut asap.
Pernyataan itu memunculkan pertanyaan mendasar: ketika api masih membara di lahan gambut, warga terus terpapar asap, dan satwa kehilangan habitat, apakah pemerintah akan terus menunggu hujan?
Orang Utan Ditemukan di Lahan Bekas Kebakaran
Komandan BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, mengatakan pihaknya menerima laporan keberadaan orang utan dari warga yang sedang beraktivitas di kebun sekitar pukul 10.00 WIB.
Baca Juga: IPOSC 2026 Digelar Saat Karhutla Parah, Muncul Desakan agar Acara Sawit Dibatalkan
"Rabu, 14 Oktober 2026, kami BKSDA Kalteng dengan dibantu kawan-kawan dari Yayasan OFI dan Komunitas Animal Rescue Sampit melakukan penyelamatan satu individu orangutan. Kondisinya saat ditemukan terjebak di areal terbakar bekas kebakaran," kata Muriansyah dikutip dari ANTARA di Sampit, Kamis (15/10/2026).
Lokasi penemuan berada di Gang Sahabat, Jalan Tjilik Riwut Kilometer 9, jalur Sampit–Palangka Raya.
Setelah menerima laporan, petugas BKSDA Pos Sampit menuju lokasi untuk memastikan keberadaan satwa tersebut. Tim kemudian berkoordinasi dengan Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun BKSDA Kalimantan Tengah untuk melakukan penyelamatan.
Sekitar pukul 16.00 WIB, personel Komunitas Animal Rescue Sampit tiba di lokasi untuk membantu pemantauan bersama warga yang melaporkan keberadaan orang utan.
"Sekitar pukul 16:00 WIB, kawan-kawan dari Komunitas Animal Rescue Sampit juga tiba di lokasi untuk membantu pemantauan, bersama dengan warga yang melapor kami berjaga di lokasi," jelas Muriansyah.
Tim SKW II Pangkalan Bun BKSDA Kalimantan Tengah bersama OFI tiba sekitar pukul 18.30 WIB. Proses evakuasi menghadapi berbagai kendala karena sebagian besar jalan menuju lokasi telah terbakar. Kondisi lahan gambut dan pepohonan yang setengah terbakar turut menghambat pergerakan petugas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Orang Utan pun Menyerah Hadapi Karhutla, Akankah Pemerintah Terus Menunggu Hujan?
-
Karhutla Kalbar Berulang, Komnas HAM Telusuri Tanggung Jawab Negara
-
BRI Raih 36 Penghargaan TBCCI 2026, Sabrina Jadi Andalan Layanan Digital
-
Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?
-
BRI Peduli Hadirkan Aksi Nyata Jaga Kebersihan Mandalika di Ajang MotoGP 2026