Tasmalinda
Minggu, 08 November 2026 | 23:04 WIB
Helikopter Super Puma Sewa BNPB Jatuh di Sungai Barito.Helikopter Super Puma milik BNPB jatuh di Sungai Bari (Dok. BNPB)
Baca 10 detik
  • Helikopter Super Puma milik BNPB jatuh di Sungai Barito pada Minggu, 8 November 2026.
  • Kecelakaan terjadi saat helikopter menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan melalui operasi pengeboman air.
  • Insiden tersebut mengakibatkan satu kru meninggal dunia dan dua kru lainnya berhasil selamat.

SuaraKalbar.id - Helikopter Super Puma H-225 dengan nomor registrasi VH-HGM jatuh di perairan Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026). Helikopter tersebut mengalami kecelakaan saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi pengeboman air atau water bombing.

Kecelakaan ini mengakibatkan satu orang kru bernama Yayan Supyansuri meninggal dunia. Sementara itu, dua kru lainnya, Hugh Pagi dan Mick Betteridge, berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Desa Tabatan Baru, Kecamatan Kuripan. Berdasarkan keterangan awal Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, kecelakaan dilaporkan sekitar pukul 11.56 WIB ketika helikopter sedang mengambil air untuk keperluan pemadaman karhutla.

Helikopter jenis Eurocopter EC225LP Super Puma II+ atau Airbus Helicopters H225 itu dioperasikan untuk mendukung penanganan karhutla dalam penugasan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Informasi awal yang dihimpun dari Kantor SAR Banjarmasin menyebutkan helikopter mengalami kecelakaan ketika melakukan manuver pengambilan air di Sungai Barito.

Rekaman amatir yang beredar memperlihatkan helikopter mendekati permukaan sungai sebelum akhirnya jatuh ke perairan. Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian mendatangi lokasi untuk membantu proses pertolongan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyatakan helikopter membawa tiga personel, terdiri atas dua pilot dan seorang Helicopter Landing Officer (HLO).

Dua Kru Berhasil Diselamatkan, Satu Orang Sempat Hilang

Setelah menerima laporan kecelakaan, tim SAR gabungan bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian dan evakuasi.

Baca Juga: Dua Pilot Australia Selamat, Kru WNI Helikopter BNPB Jatuh di Sungai Barito Belum Ditemukan

Dalam perkembangan awal, dua kru berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Keduanya kemudian mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, Yayan Supyansuri yang bertugas sebagai HLO belum ditemukan. Tim SAR kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi jatuhnya helikopter.

Kepala Kantor SAR Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, sebelumnya menyampaikan bahwa personel SAR dikerahkan untuk mencari korban yang masih hilang.

Tim pencarian dilengkapi perahu karet atau Rigid Inflatable Boat (RIB), peralatan selam, serta perangkat pendeteksi bawah air Aqua Eye. Operasi tersebut melibatkan sejumlah unsur, termasuk TNI AU, Polri, Babinsa, dan masyarakat setempat.

Yayan Supyansuri Ditemukan Meninggal Dunia

Setelah beberapa jam pencarian, Yayan Supyansuri akhirnya ditemukan pada pukul 18.08 WITA dalam kondisi meninggal dunia.

Load More