Tasmalinda
Minggu, 08 November 2026 | 23:04 WIB
Helikopter Super Puma Sewa BNPB Jatuh di Sungai Barito.Helikopter Super Puma milik BNPB jatuh di Sungai Bari (Dok. BNPB)
Baca 10 detik
  • Helikopter Super Puma milik BNPB jatuh di Sungai Barito pada Minggu, 8 November 2026.
  • Kecelakaan terjadi saat helikopter menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan melalui operasi pengeboman air.
  • Insiden tersebut mengakibatkan satu kru meninggal dunia dan dua kru lainnya berhasil selamat.

I Putu Sudayana membenarkan penemuan korban ketiga tersebut. Jenazah Yayan untuk sementara dibawa ke Puskesmas Jenamas, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, sebelum direncanakan dievakuasi ke rumah sakit di Banjarmasin.

Dengan ditemukannya Yayan, seluruh tiga kru helikopter Super Puma yang mengalami kecelakaan berhasil dievakuasi.

Dua kru yang selamat diketahui bernama Hugh Pagi sebagai pilot dan Mick Betteridge sebagai kopilot sekaligus teknisi. Keduanya dilaporkan berkewarganegaraan Selandia Baru. Hingga Minggu malam, penyebab pasti kecelakaan helikopter Super Puma tersebut belum diumumkan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyatakan akan melakukan pemeriksaan awal dari aspek kelaikudaraan dan pengoperasian pesawat udara.

Sementara itu, BNPB juga menyampaikan perlunya evaluasi keselamatan operasi udara untuk penanganan karhutla. Evaluasi mencakup kesiapan teknis armada, prosedur pengambilan air, kualifikasi awak pesawat, hingga faktor cuaca dan karakteristik lokasi operasi.

Helikopter dengan registrasi VH-HGM tersebut diketahui merupakan armada milik pihak swasta yang dikontrak untuk mendukung operasi pengeboman air BNPB.

Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan kecelakaan, termasuk kondisi pesawat dan situasi penerbangan ketika menjalankan misi pengambilan air di Sungai Barito.

Load More