Mahasiswa Kalbar Luka Berat Dilarikan di Rumah Sakit karena Represif Polisi

Kemarin Rumah Sakit Bhayangkara menerima peserta unjuk rasa yang mengalami keluhan sakit berupa mual, pusing, dan muntah, serta gejala lain.

Pebriansyah Ariefana
Jum'at, 30 Oktober 2020 | 10:26 WIB
Mahasiswa Kalbar Luka Berat Dilarikan di Rumah Sakit karena Represif Polisi
Demo mahasiswa Kalbar demo. (Antara)

Ia menjelaskan, kemarin Rumah Sakit Bhayangkara menerima peserta unjuk rasa yang mengalami keluhan sakit berupa mual, pusing, dan muntah, serta gejala lain.

Kemudian dilakukan pemeriksaan awal dan CT Scan terhadap salah satu mahasiswa dengan hasil tidak ada cidera atau pendarahan di kepala. Selanjutnya dilakukan tes Widal (untuk mendiagnosa demam tifoid) dimana didapatkan hasil mengalami sakit tipus.

"Jadi dua mahasiswa itu satu mengalami sakit tipus dan satu mempunyai penyakit bawaan asma. Untuk mahasiswa yang penderita asma tersebut saat ini dalam keadaan sembuh," katanya.

Donny juga menyebutkan banyaknya informasi yang beredar bahwa mahasiswa yang dirawat akibat kekerasan atau pemukulan dari aparat kepolisian yang mengamankan demo tersebut.

Baca Juga:Tiga Pekan Isolasi, Wagub Kalbar Ria Norsan Sembuh dari Covid-19

Ia memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar.

"Tujuan pertemuan ini lebih untuk meluruskan informasi tentang mahasiswa Untan yang sedang dirawat dan perkembangan kondisinya," tegasnya.

Kabid Humas Polda Kalbar juga mengungkapkan bahwa dalam aksi demo kemarin ditemukan bubuk yang diduga penyebab letupan dan sempat terkena petugas kepolisian sehingga harus dirawat. Berdasarkan informasi, serbuk tersebut mengenai dua petugas kepolisian dimana salah satunya Karo Ops Polda Kalbar.

"Serbuk yang mengenai petugas ini menyebabkan perih pada mata, bahkan satu personel Polresta Pontianak harus dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara," kata Donny. (Antara)

Baca Juga:Terkait Penolakan UU Omnibus Law, Megawati: Ngapain Sih Kamu Demo-Demo?

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini