- KNKT menyelidiki kecelakaan helikopter PK-CFX di Sekadau, Kalimantan Barat, yang menelan delapan korban jiwa pascakejadian hilang kontak.
- Proses investigasi terkendala karena helikopter tidak memiliki *black box*, sehingga tim mengandalkan data mesin dan temuan lapangan.
- Medan hutan perbukitan yang curam memperlambat proses evakuasi bukti, dengan estimasi laporan awal dirilis dalam waktu 30 hari.
SuaraKalbar.id - Penyelidikan penyebab helikopter jatuh di Sekadau, Kalimantan Barat, menghadapi tantangan besar. Helikopter PK-CFX yang mengalami kecelakaan tersebut diketahui tidak dilengkapi perangkat perekam data penerbangan atau black box.
Ketiadaan alat ini membuat proses investigasi tidak bisa mengandalkan rekaman suara kokpit maupun data penerbangan secara utuh.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan bahwa investigasi tetap berjalan meski tanpa flight data recorder (FDR) dan cockpit voice recorder (CVR). Investigator KNKT, Dian Saputra, menjelaskan bahwa tim akan mengandalkan sumber data lain.
“Kami tetap melakukan investigasi dengan data yang tersedia, termasuk dari kondisi mesin dan temuan di lapangan,” ujarnya.
Baca Juga:CEO KPN Corp Asal Malaysia Jadi Korban Helikopter Jatuh di Sekadau, Ini Daftar Penumpang PK-CFX
Sebagai pengganti black box, tim investigasi akan memanfaatkan engine data recorder untuk membaca kondisi mesin sebelum kecelakaan terjadi. Namun, data yang diperoleh tidak selengkap pesawat komersial.
Artinya, penyelidikan penyebab helikopter Sekadau membutuhkan analisis yang lebih mendalam dan waktu lebih panjang.
Tantangan lain datang dari lokasi jatuhnya helikopter di kawasan hutan perbukitan Sekadau. Medan yang curam dan sulit dijangkau membuat proses pengumpulan bukti tidak bisa dilakukan dengan cepat.
Tim SAR sebelumnya bahkan harus bekerja di lereng dengan kemiringan tajam untuk mengevakuasi korban. KNKT memperkirakan laporan awal investigasi akan dirilis dalam waktu sekitar 30 hari sejak kejadian.
Laporan tersebut akan memuat temuan awal, meskipun belum menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan. Sementara itu, laporan final yang lebih lengkap bisa memakan waktu hingga satu tahun.
Baca Juga:Helikopter Jatuh di Sekadau: KNKT Ungkap Penyebab PK-CFX Masih Misteri
Diberitakan sebelumnya, helikopter PK-CFX dilaporkan hilang kontak sebelum akhirnya ditemukan jatuh di wilayah Sekadau.
Seluruh korban yang berjumlah delapan orang telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Pontianak.
Dalam banyak kasus kecelakaan penerbangan, black box menjadi kunci untuk mengungkap detik-detik terakhir sebelum insiden terjadi.
Namun pada kasus helikopter jatuh di Sekadau ini, ketiadaan perangkat tersebut membuat investigasi bergantung pada potongan data dan analisis teknis. Tragedi ini bukan hanya meninggalkan duka, tetapi juga pertanyaan besar.
Apa yang sebenarnya terjadi di udara sebelum helikopter PK-CFX jatuh? Jawabannya masih menunggu hasil investigasi resmi.