facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Menag Nilai Ceramah Lonte Habib Rizieq Bikin Maulid Nabi Jadi Tercela

Pebriansyah Ariefana | Novian Ardiansyah Rabu, 18 November 2020 | 17:52 WIB

Menag Nilai Ceramah Lonte Habib Rizieq Bikin Maulid Nabi Jadi Tercela
Menteri Agama Fachrul Razi

Habib Rizieq diminta jangan keluarkan kata kotor.

SuaraKalbar.id - Menteri Agama Fachrul Razi menegur Habib Rizieq Shihab yang ceramah lonte saat Maulid Nabi Muhammad. Fachrul Razi mengatakan Habib Rizieq ceramah kotor.

Dalam salah satu ceramah, Habib Rizieq Shihab menyebut istilah lonte untuk menanggapi kritik salah seorang artis terhadap kerumunan massa di tengah PSBB ketika menyambut kedatangan Habib Rizieq di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Istilah sebut kemudian memicu kegaduhan baru, apalagi salah seorang artis makin getol mengkritik Habib Rizieq.

Pernyataan Habib Rizieq disesalkan sejumlah kalangan karena tokoh agama semestinya menyampaikan pesan-pesan yang positif dan dengan cara yang terpuji.

Baca Juga: Magnet Politik Habib Rizieq Tak Bisa Disepelekan, Massanya Tambah Banyak

"Itu memang saya juga kurang sependapat, kurang sependapat ya. Karena agama itu kan mengajarkan hal-hal yang baik apalagi di forum Maulid Nabi, mestinya kita berbicaranya nabi lah gitu ya," kata Fachrul di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (18/11/2020).

Habib Rizieq Shihab. [YouTube/Front TV]
Habib Rizieq Shihab. [YouTube/Front TV]

Fachrul berharap kepada Habib Rizieq untuk tidak lagi melontarkan istilah-istilah kontroversial dalam ceramah karena bisa memberikan citra negatif.

"Jangan mengeluarkan kata-kata kotor, yang nggak baik untuk. Justru itu menjadi membuat forum itu menjadi tercela gitu," ujar Fachrul.

Siapa disindir Habib Rizieq?

"Sepertinya kata lonte itu ingin menyindir sosok tertentu yang dikenal dengan cibiran lonte. Semacam berbalas pantun saling cibir," ujar analis politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, kepada Suara.com.

Baca Juga: Magnet Habib Rizieq: Bakal Gabung Partai Apa dan Bagaimana Peta Politiknya?

Sasaran ucapan tersebut, menurut Adi, bukan hanya seorang public figure, melainkan juga kalangan yang sependapat dengan public figure.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait