Cuaca hujan dan adanya potensi longsor susulan - karena masih didapati adanya retakan di sejumlah titik lokasi longsor - menjadi kendala dalam proses pencarian ini.
![Sejumlah relawan menggunakan perahu karet membantu evakuasi warga yang terdampak banjir di Desa Kampung Melayu, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Jumat (15/1/2021). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S]](https://media.suara.com/pictures/original/2021/01/16/83383-tanggap-darurat-banjir-di-kalsel.jpg)
Banjir di Kalimantan Selatan
Curah hujan tinggi menyebabkan sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan terendam banjir dengan ketinggian 2 – 3 meter.
Adapun wilayah yang mengalami banjir antara lain Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Hulu Sunga Tengah, dan Kabupaten Tabalong.
Baca Juga:BMKG Himbau Warga Mamuju dan Majene Hindari 3 Daerah Ini
Berdasarkan data Basarnas, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan nyaris 44 ribu orang harus mengungsi dalam bencana banjir yang melanda sejak 12 Januari lalu.
Dalam pernyataannya pada Minggu (17/01), Greenpeace Indonesia menyebut selain tingginya curah hujan, faktor kepentingan lahan industri seperti pembukaan lahan kelapa sawit dan deforestasi akibat proses pertambangan menjadi penyebab utama terjadinya banjir di Kalimantan Selatan.
“Tingginya curah hujan masih dijunjung sebagai faktor. Padahal, laju krisis iklim yang terus diperparah oleh ketimpangan lingkungan hidup atas kepentingan lahan industri menjadi penyebab utama,” bunyi pernyataan Greenpeace tersebut.
Presiden Joko Widodo meninjau langsung lokasi banjir di Kalimantan Selatan Senin (18/01) siang, tepatnya di Desa Pekauman Ulu, Kab. Banjar.
Dalam kesempatan ini, Jokowi menginstruksikan jajarannya untuk segera memperbaiki insfrasturktur yang rusak dan menangani para pengungsi dengan baik.
Baca Juga:Viral Bocah Korban Banjir Makan Nasi Tanpa Lauk, Tangannya Jadi Sorotan
“Saya hanya ingin memastikan ke lapangan, yang pertama mengenai kerusakan infrastruktur yang memang terjadi ada beberapa jembatan yang runtuh…Yang kedua hal yang berkaitan dengan evakuasi, saya meihat di lapangan tertangani dengan baik, dan yang ketiga yang berkaitan dengan logistik untuk pengungsi itu yang penting karena hampir 20 ribu masyarakat berada di dalam pengungsian,” ujar Jokowi.