Setelah itu perut korban diinjak dan tangannya dipelintir ke belakang. Tak hanya itu, leher korban dicekik. Pelaku pun memukul bagian paha sebelah kiri bagian belakang menggunakan kayu.
"Akibat kejadian tersebut korban mengalami memar di pipi kiri, di bawah mata, rahang kiri memar, lengan kiri atas memar, paha atas sisi samping luar memar kebiruan. Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pontianak Barat guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut," jelas Rully.
Setelah menerima laporan tersebut, lanjut Rully, anggota Polsek Pontianak Barat membawa korban untuk melakukan visum. Petugas juga mendatangi TKP, pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan melakukan penyelidikan terkait keberadaan pelaku.
"Kediaman pelaku yang tak jauh dari rumah korban didatangi petugas. Namun pelaku tidak ada di tempat. Kemudian petugas melakukan upaya pendekatan terhadap keluarga pelaku agar bersedia menyerahkan pelaku dan pihak keluarga berjanji akan menyerah pelaku secepatnya," trang Rully.
Baca Juga:KPK Fasilitasi Polres Jaksel Periksa Nurhadi Kasus Dugaan Penganiayaan
Kemudian, pada Rabu 17 Februari 2021 sekira pukul 17.00 Wib, pelaku datang ke Polsek Pontianak Barat bersama salah satu anggota keluarganya untuk menyerahkan diri.
"Dari hasil interogasi yang bersangkutan mengakui telah melakukan perbuatan tersebut sesuai laporan. Hal itu dilakukan karena pelaku sakit hati dengan ucapan korban saat berada berdua di dalam satu kamar," kata Rully.
Selanjutnya, pelaku pun ditetapkan sebagai tersangka. Pelaku dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Selain itu, barang bukti berupa kayu berukuran kurang lebih semeter turut disita.
Kontributor : Ocsya Ade CP
Baca Juga:Ketua RT Polisikan Oknum Anggota DPRD Jember Kasus Dugaan Penganiayaan