alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dua 'Polisi Artis' Akhirnya Dimutasi

Chandra Iswinarno | Muhammad Yasir Selasa, 19 Oktober 2021 | 13:44 WIB

Dua 'Polisi Artis' Akhirnya Dimutasi
Aipda MP Ambarita. [InstaTV: @raimasbackbone].

Dua Polisi Artis, Aipda Ambarita dan Apida Jakaria alias Jacklyn Chopper resmi dimutasi ke Polda Metro Jaya.

SuaraKalbar.id - Kasus anggota polisi, Aipda Ambarita, yang memaksa membuka akses telepon seluler (ponsel) milik warga berakhir dengan mutasi. Dalam Telegram yang ditandatangani Kepala Biro SDM atas nama Kapolda Metro Jaya, Aipda Monang Parlindungan Ambarita dan Aiptu Jakaria alias Jacklyn Chopper resmi dipindah dari tugasnya yang lama.

Dalam Surat Telegram Nomor: ST/458/X/KEP/2021, Aiptu Jacklyn yang sebelumnya menjabat sebagai Banit 9 Unit 2 Subdit 4 Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Aipda Ambarita yang sebelumnya menjabat sebagai Banit 51 Unit Dalmas Satuan Sabhara Polres Metro Jakarta Timur dimutasi menjadi Bintara Bid Humas Polda Metro Jaya.

Saat dikonfirmasi Suara.com, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan telah membenarkannya. Namun, dia tidak menjelaskan pertimbangan daripada mutasi jabatan tersebut.

Aiptu Jakaria alias Jacklyn Choppers saat berkunjung ke kantor Redaksi Suara.com, Jakarta, Jumat (1/3). [Suara.com/Arief Hermawan P]
Aiptu Jakaria alias Jacklyn Choppers. [Suara.com/Arief Hermawan P]

"Ya benar," katanya pada Selasa (19/10/2021).

Baca Juga: Senasib Seperti Ambarita, Polisi Artis Jacklyn Chopper juga Dimutasi ke Humas Polda Metro

Sebelumnya, warga dipertontonkan aksi oknum anggota polisi menyita dan memeriksa handphone pemuda tanpa surat izin dalam suatu program tayangan televisi swasta. Video tersebut lantas menjadi viral di media sosial dan ramai diunggah ulang di TikTok hingga Twitter.

Video tersebut salah satunya diunggah ulang oleh aku Twitter @xnact. Dia menyoroti tindakan oknum anggota tersebut yang salah satunya diketahui merupakan Aipda Ambarita.

Dalam video itu, Aipda Ambarita terlihat ngotot jika aparat kepolisian memiliki wewenang untuk memeriksa handphone milik salah satu pemuda saat mereka tengah melaksanakan razia malam.

Padahal pemuda tersebut telah menolak, sebab dia merasa itu ranah privasinya. Terlebih, pemuda itu juga merasa tidak melakukan suatu tindak pidana.

"Polisi tiba-tiba ambil HP lalu periksa isi HP dengan alasan mau memeriksa barangkali ada rencana perbuatan pidana yang dilakukan melalui HP. Boleh tapi harus didahului dugaan tindak pidana. Sejak kapan pak pol bebas geledah HP dan privasi orang atas dasar suka-suka dia?," kicau @xnact pada Sabtu (16/10/2021).

Baca Juga: Aipda Ambarita Ngotot Buka Akses Ponsel Warga, Anggota DPR: Sudah Melanggar Privasi

Sementara, pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto menilai sikap arogansi dan kesewenang-wenangan oknum anggota semacam itu mesti dihentikan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait