Elvina pun menyebutkan, perubahan sang ayah semakin terasa pada tahun 2021 ini. Bahkan, selama tahun itu, hanya dua kali dia bertemu dengan ayahnya.
“Setiap diajak ketemu selalu banyak alasan, banyak urusan. Masa kita anaknya susah ketemu dengan Abah sendiri, orang lain kok gampang ketemu Abah," bebernya.
Komunikasi lewat handphone pun, kata Elvina, ayahnya tak begitu merespon seperti biasanya. Kadang dibalas singkat dengan alasan banyak urusan dan sebagainya.
"Baru kemarin ketemu. Dari bulan Maret ke Oktober ini baru dua kali ketemu Abah. Jarang ketemu, termasuk komunikasi. Padahal kita tinggal di satu kota, aneh menurut kita,” katanya.
Baca Juga:Kasus Penganiayaan Istri Sultan Pontianak Ratu Nina, Polisi Periksa 6 Saksi
![Ratu Nina bersama kedua putrinya menjelaskan kronologis dugaan penganiayaan yang terjadi pada dirinya, Minggu (31/10/2021). [Suara.com/Ocsya Ade CP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/11/01/58957-ratu-nina-bersama-kedua-putrinya-menjelaskan-kronologis-dugaan-penganiayaan.jpg)
Elvina mengaku, memiliki harapan agar ayah dan ibu kembali bersatu. Meski rumah tangga orang tuanya itu dalam ambang kehancuran, sekalipun proses gugatan perceraian sedang berlangsung. Namun, setelah mengalami insiden pengusiran di istana itu membuat harapan itu hilang.
“Harapan pasti ada, tapi karena kejadian di istana menimpa Umi, perempuan yang melahirkan kami, membuat kami semakin tidak respek. Kalau memang pisah adalah yang terbaik, kami ikhlas. Toh, kalaupun Umi dan Abah tetap bersama, kita anak-anaknya juga tidak dapat kasih sayang Abah,” tegasnya.
Meski begitu, sebagai anak ia tetap mendoakan ayahnya agar cepat sadar atas semua perlakuannya terhadap keluarga. "Semoga Abah sadar dan dibukakan pintu hatinya. Kita juga mendoakan semoga pelakor dapat hidayah dan mendapat balasan dari Allah,” ucapnya.
Untuk diketahui, pengusiran dengan cara kasar ini membuat Ratu Nina masih dirawat di salah satu rumah sakit di Pontianak. Ratu Nina sebelumnya mendatangi istana karena ingin mempertanyakan dasar Sultan Melvin menobatkan gelar Maha Ratu kepada Tanaya Ahmad yang merupakan istri sirinya.
Ratu Nina malah diusir dengan cara kasar oleh panglima Kesultanan Kadriah atas perintah Sultan Melvin. Kasat Reskrim Polresta Pontianak, AKP Indra Asrianto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap beberapa orang yang dilaporkan.
Baca Juga:4 Fakta Penganiayaan Istri Sultan Pontianak Ratu Nina yang Berujung ke Polisi
"Ada beberapa orang yang kami mintai keterangan. Kita masih lakukan penyelidikan mendalam. Masih ada beberapa orang yang akan kami mintai keterangan," kata Indra, Rabu (3/11/2021).