Kecam Edy Mulyadi, Titisan Panglima Burung Sampaikan Pernyataan Sikap, Kapolri Diberi Waktu 1x24 Jam

Marselinus Mian yang dikenal dengan Panglima Tambak Baya secara tegas mengecam tindakan Edy Mulyadi yang dianggap menghina masyarakat kalimantan.

Bella
Senin, 24 Januari 2022 | 16:17 WIB
Kecam Edy Mulyadi, Titisan Panglima Burung Sampaikan Pernyataan Sikap, Kapolri Diberi Waktu 1x24 Jam
Panglima Tambak Baya mengecam aksi Edy yang diduga menghina Kalimantan/istimewa

SuaraKalbar.id - Marselinus Mi’an yang dikenal dengan Panglima Tambak Baya secara tegas mengecam tindakan Edy Mulyadi yang dianggap menghina masyarakat kalimantan.

Hal itu berkaitan dengan video viral Edy menyebut Kalimantan "tempat jin buang anak", tidak hanya itu, Edy juga memyebut di kalimantan Pasarnya Kuntilanak dan Genderuwo.

Menanggapi hal itu, Panglima Tambak Baya yang merupakan titisan Panglima Burung menyampaikan pernyataan sikap.

Berikut Pernyataan Sikap Panglima Tambak Baya Kalimantan Barat Titisan Panglima Burung, mengutip dari laman suarakaobar.co.id :

Baca Juga:Perkataan Edy Mulyadi Soal Kalimantan Dikecam, Politisi PKS: Bagian Mana yang Menghina?

Sehubungan dengan viralnya Komentar Edy Mulyadi anggota DPR dari Partai PKS yang menyebutkan, Kalimantan Tempat Jin Beranak, Kalimantan Pasar Kuntilanak dan Genderowo, Kalimantan Punyanya Monyet sambil tertawa sinis, Saya Panglima Tambak Baya Kalimantan Barat Titisan Panglima Burung mengambil sikap.

Saya Panglima Tambak Baya Titisan Panglima Burung Kalimantan Mengutuk Keras sekaligus Menantang Saudara Edy Mulydi supaya datang ke Kalimantan untuk mempertanggungjawabkan Perbuatan dan komentarnya yang viral di media sosial, supaya ketemu dengan saya Panglima Tambak Baya Titisan Panglima Burung Kalimantan.

Saya Panglima Tambak Baya Titisan Panglima Burung dengan ini meminta hal-hal sebagai berikut:

1. Meminta Mabes Polri Supaya Menangkap Edy Mulyadi untuk diproses sesuai Hukum yang berlaku.

2. Meminta agar Edy Mulyadi meminta maaf kepada masyarakat Kalimantan dan Indonesia atas penghinaan yang dilakukannya sehingga viral di media sosial

Baca Juga:Ngeri! Panglima Tambak Baya Siap Mati Tantang Edy Mulyadi : Baik Magic atau Hukum Rimba

3. Meminta agar Edy Mulyadi di Sanksi Hukum Adat sesuai Hukum adat yang berlaku di Kalimantan

Berita Terkait

Kelanjutan dari kasus video hoax unggahan Menara Istana yang menarasikan Panglima TNI memimpin deklarasi presiden.

metro | 19:59 WIB

Video konten hoax perlu diwaspadai karena memberikan informasi salah bahkan menyesatkan.

metro | 17:24 WIB

Desa Muara Enggelam merupakan perkampungan yang berdiri di atas air.

bestie | 11:35 WIB

News

Terkini

Berdasarkan pengakuan tersangka, mereka melakukan aksi penyerangan secara acak tersebut untuk mencari kesenangan.

News | 21:02 WIB

Bank Mandiri secara konsisten terus melanjutkan komitmen untuk menjadi Indonesia's Sustainability Champion for Better Future.

News | 12:25 WIB

Masyarakat Kelurahan Mengkurai menemukan mayat seorang perempuan dan anak yg timbul atau hanyut di sungai kapuas

News | 10:57 WIB

Selain kapal dan rigid inflatable boat sebuah helikopter milik Polda Kalbar juga turut membantu penyisiran lewat udara di lokasi pencarian

News | 15:07 WIB

Saat peristiwa itu terjadi, banyak pengendara lain yang berada di belakang kontainer.

News | 18:44 WIB

Pelaku pencurian sepeda motor ini melakukan aksinya di 2 TKP Komplek Residence Borneo Khatulistiwa 3 Kecamatan Sungai Kakap

News | 18:35 WIB

mayat korban ditemukan mengapung tanpa busana sekitar 20 meter dari tempat biasa korban mandi.

News | 18:21 WIB

Airpods gen 2, Airpods gen 3, Airpods Pro gen 2, dan Airpods Max.

Lifestyle | 15:48 WIB

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aipda Ade menjelaskan, peristiwa bermula saat Iqbal sedang berada di KPU Kubu Raya dalam rangka pengajuan caleg partai Golkar.

News | 21:27 WIB

Selain istri korban, terang Ade, kejadian tersebut juga disaksikan oleh seorang pekerja yang sedang mengoperasikan Eksavator sekira pukul 10.30 WIB.

News | 20:46 WIB

Tidak ada penganiayaan dan tidak ada permasalahan hanya kesalah pahaman, dan sudah diselesaikan keduanya

News | 20:25 WIB

Akibat perbuatannya, HO terancam penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar.

News | 19:54 WIB

Program Studi untuk jenjang pendidikan Sarjana yang ditawarkan untuk Pontianak adalah Akuntansi dan Manajemen.

News | 18:48 WIB

Dari rekaman CCTV terlihat yang bersangkutan mengeluarkan sepucuk senpi yang diselipkan dalam celananya. Menurut informasi, yang bersangkutan merupakan residivis curanmor.

News | 09:38 WIB
Tampilkan lebih banyak