Wacana Duetkan Muhaimin Iskandar-Prabowo Subianto di Pilpres 2024, Analis Politik: Bentuk Kebingungan PKB

Munculnya duet nama Muhaimin Iskandar-Prabowo Subianto untuk maju dalam Pilpres 2024 dinilai sebagai bentuk kebingungan PKB yang ingin memajukan ketua umumnya menjadi presiden

Chandra Iswinarno | Bagaskara Isdiansyah
Kamis, 03 Februari 2022 | 16:33 WIB
Wacana Duetkan Muhaimin Iskandar-Prabowo Subianto di Pilpres 2024, Analis Politik: Bentuk Kebingungan PKB
Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. (Dok: DPR)

Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid tidak memungkiri bahwa banyak pihak memandang duet Prabowo-Muhaimin sebagai kombinasi pasangan capres dan cawapres yang ideal.

Apalagi bila melihat posisi PKB yang jelas tidak mungkin bisa mencalonkan figur sendiri sebagai capres, tanpa berkoalisi.

"Kita memang tidak bisa maju sendiri dan elektoral Pak Prabowo juga termasuk yang bagus. Banyak yang memandang kombinasi ini pasangan yang ideal untuk bisa mencapai kemenangan. Tapi kalau saya pribadi tetap berjuang Pak Muhaimin capres," kata Jazilul, Selasa (1/2/2022).

Namun secara hitungan koalisi, kata Jazilul duet Prabowo-Muhaimin sudah tentu sudah memenuhi syarat presidential threshold (PT) minimal 20 persen. Diketahui, berdasarkan Pemilu 2019, Partai Gerindra memperoleh 17.594.839 suara (12,57%). Sementara PKB meraih 13.570.097 suara (9,69%).

Baca Juga:Muncul Usulan Prabowo-Cak Imin Berduet Maju Pilpres 2024: Cuma untuk Lucu-lucuan Saja?

"Itu sudah lebih dari cukup untuk maju sebagai pasangan capres-cawapres," ujar Jazilul.

Selain faktor raihan suara partai, koalisi antara Gerindra dan PKB dirasa ideal berdasarkan basis partai antara nasionalis dan religus. Di sisi lain, duet dua figur yang berlatar belakang militer-sipil serta kalangan tua dan muda itu juga dipandang Jazilul sebagai pasangan ideal.

Apalagi dua ketua umum partai itu cukup akrab mengingat keduanya sama-sama berada dalam satu koalisi di pemerintahan peridoe kedua Presiden Jokowi hingga kini. Dengan begitu, diakui Jazilul keduanya lebih mudah untuk melakukan konsolidasi.

"Pak Muhaimin punya kultur pesantren dan NU, Pak Prabowo punya kultur militer, menurut saya komplit lah. Cuma saya pribadi masih berjuang agar Pak Muhaimin menjadi capres, RI 1. Tapi saya juga tidak menolak beberapa teman yang punya usulan karena pada ujungnya politik harus realistis juga," kata Jazilul.

Baca Juga:Pertimbangkan Usulan Duet Pilpres, Cak Imin Ketum PKB "Kontak" Teman-teman Prabowo Subianto di Gerindra

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini