Gerombolan Katapel Panah yang Menyasar Warga Secara Acak di Jalanan Kendari Diamankan Polisi

FM dibantu A yang merupakan anak di bawah umur yang memanah dari dalam mobil terhadap korbannya seorang ojekonlinelantaran kesal tidak menemukan orang yang dicari.

Bella
Rabu, 18 Mei 2022 | 18:08 WIB
Gerombolan Katapel Panah yang Menyasar Warga Secara Acak di Jalanan Kendari Diamankan Polisi
Polresta Kendari saat merilis kasus penangkapan kelompok panah acak yang meresahkan warga di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (18/5/2022). (Antara/Harianto)

SuaraKalbar.id - Baru-baru ini warga di Kendari, Sulawesi Tenggara diresahkan oleh sekelompok orang yang memanah memakai katapel panah secara acak di jalanan.

Mendapati fenomena yang membuat masyarakat khawatir tersebut, Petugas di Polresta Kendari di Sulawesi Tenggara segera melakukan tindakan dengan menangkap kelompok diduga yang memanah warga akhir-akhir ini di sana.

"Semalam kami telah menangkap ada enam orang yang merupakan kelompok pembusur yang meresahkan masyarakat, yang pertama inisial FM, B (anak di bawah umur), M, A, A, dan R," ungkap Kepala Polresta Kendari, Komisaris Besar Polisi Muhammad Eka Faturrahman, saat mengungkapkan kasus itu, di Kendari, Rabu.

Komplotan itu tertangkap saat pollisi melakukan razia pada Rabu dini hari (18/5) saat jajarannya menggelar operasi razia kendaraan akibat marak terjadi teror katapel panah di daerah itu.

Baca Juga:UAS Ditolak Masuk, Anggota DPR: Warga Singapura Sangat Bebas ke Indonesia

"Empat orang pertama ditangkap di salah satu penginapan di daerah Anduonohu, kemudian dikembangkan untuk mencari pelaku utamanya saudara FM dan kami bisa tangkap dia," katanya.

Fathurrahman menerangkan, para pelaku sudah beraksi di dua lokasi, yaitu di kawasan Pasar Panjang dan terakhir di Bypass Kendari sekitar pukul 02.30 WITA Selasa (17/5) dengan korbannya seorang ojek online, dimana mata panah dari besi menancap di pinggang sebelah kiri korban.

Dirinya menjelaskan, FM dibantu A yang merupakan anak di bawah umur yang memanah dari dalam mobil terhadap korbannya seorang ojek online lantaran kesal tidak menemukan orang yang dicari.

Menurut keterangan yang diterima, FM sebelumnya menerima curhat melalui pesan singkat WA dari temannya bahwa akan dianiaya seseorang, maka dia mencari orang yang akan menganiaya temannya, namun dia tidak menemukan.

"Jadi FM melampiaskan karena orang yang ingin memukul (temannya) tidak ada maka kepada siapa saja yang lewat di sana dilampiaskan dengan cara membusur," terangnya.

Baca Juga:Rektor Universitas Halu Oleo Kendari Minta Calon Mahasiswa Tidak Percaya Calo

Menurut Fathurrahman, aksi para pelaku semakin menggila dan membabi-buta lantaran terpengaruh obat-obatan terlarang yang dibuktikan hasil tes urine yang positif narkoba.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini