facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

BNN: Tidak Ada Wacana Legalisasi Ganja, Kratom Masih Didalami

Bella Minggu, 19 Juni 2022 | 22:39 WIB

BNN: Tidak Ada Wacana Legalisasi Ganja, Kratom Masih Didalami
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Petrus Reinhard Golose. (tangkap layar)

Tidak ada sampai saat ini pembahasan untuk legalisasi ganja. Di tempat lain ada, tetapi di Indonesia tidak ada

SuaraKalbar.id - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol. Petrus Reinhard Golose kembali menegaskan tidak ada wacana membahas legalisasi ganja di Indonesia, sedangkan untuk kratom masih dilakukan pengkajian.

“Tidak ada sampai saat ini pembahasan untuk legalisasi ganja. Di tempat lain ada, tetapi di Indonesia tidak ada,” ungkap Petrus Golose pada sela-sela acara peringatan Hari Antinarkotika Internasional (HANI) 2022 di Badung, Bali, Minggu.


Dirinya menyampaikan, tidak adanya pembahasan legalisasi ganja tersebut termasuk untuk kebutuhan medis atau rekreasi di Indonesia.

Dirinya mengatakan meskipun beberapa negara mulai melegalkan ganja, dari segi jumlah masih lebih banyak negara yang menetapkan tanaman candu itu ilegal.

Baca Juga: Tegas! Dirnarkoba Polri Sebut di Indonesia Ganja Tetap Narkotika Golongan I

Golose memberi contoh, kebijakan legalisasi ganja di Amerika Serikat pun tidak merata, hanya di negara-negara bagian, bukan secara terpusat atau di tingkat federal.

Sementara itu, di Asia Tenggara, hingga saat ini hanya Thailand yang telah melegalkan budidaya dan penggunaan ganja untuk kepentingan medis/pengobatan.

“Akan tetapi, itu biar di negara lain. Saya tetap konsisten untuk tidak (membahas wacana) melegalisasi ganja,” ujar Petrus Golose di Bali.

Adapun terkait tanaman kratom yang sempat menarik perhatian publik karena dianggap punya efek candu, Golose menyampaikan pihaknya masih mendalami itu.

“Kratom masih dalam proses, kami melihat bagaimana sampai sekarang itu masih menunggu. Ada aturan-aturan yang harus kami laksanakan. Akan tetapi, kami dari BNN mengusulkan itu jadi salah satu bahan dalam perubahan Undang-Undang (Narkotika, red.),” ujar Kepala BNN.

Baca Juga: Kepala Badan Narkotika Nasional ke Turis: Bali Bukan Tempat Aman untuk Narkotika

BNN tahun lalu menyampaikan rencananya mengusulkan, agar kratom (Mitragyna speciosa) masuk dalam narkotika golongan I sehingga tanaman itu tidak dapat digunakan untuk pengobatan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait