Meski begitu, menurut pengakuan Sugiharso, selama berada di dalam LP lama, para tahanan tidak pernah membuat keributan ataupun melakukan perlawanan.
Menurutnya, para tahanan terbilang sangat tertib, meski terkadang dirinya bisa melihat raut-raut wajah ketakutan mereka saat aparat Peperada datang untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan lanjutan.
Dari ke-137 orang tahanan itu, Sugiharso tak ingat berapa orang yang kemudian meninggal dunia dan dibebaskan.
“Sebab setahu saya, ada beberapa tahanan memang meninggal dunia karena sakit, tapi banyak juga yang kemudian dibebaskan tapi dengan status wajib lapor ke Peperada Mempawah,” katanya dilansir dari suarakalbar.co.id jejaring suara.com.
Baca Juga:Digelar Malam Ini! Bupati Karanganyar Wajibkan Seluruh OPD Nonbar Film G30S/PKI
Sugiharso mengakui, sistem tata organisasi PKI memang luar biasa. Tak heran, di Mempawah pun keberadaan PKI dan organisasi sayapnya eksis di tahun 60-an.
Bahkan ada tiga anggota PKI yang ditangkap Peperada Mempawah itu pernah mengikuti pendidikan di kawasan Lubang Buaya.
Beruntung, situasi keamanan di Mempawah hingga tahun 1966 dan seterusnya, tetap terjaga baik dan terkendali.