Jatah Makan Siang Gratis Jadi Rp 7.500 Per Siswa, di Kalbar Cuma Dapat Lauk Ini

Waduh kalau jadi Rp 7.500 mending gak usah dari awal dibilang mau bikin program makan siang pas nyalon capres,

Bella
Senin, 22 Juli 2024 | 15:57 WIB
Jatah Makan Siang Gratis Jadi Rp 7.500 Per Siswa, di Kalbar Cuma Dapat Lauk Ini
Ilustrasi - Sejumlah siswa menunjukkan makanan gratis saat simulasi program makan siang gratis di SMP Negeri 2 Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (29/2/2024). (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)

Siska, salah satu orang tua siswa SMP yang berada di Kota Pontianak menyebutkan cukup terkejut dengan adanya pemangkasan yang mungkin terjadi terhadap jatah makan siang tersebut.

"Waduh kalau jadi Rp 7.500 mending gak usah dari awal dibilang mau bikin program makan siang pas nyalon capres," ujar Siska.

Siska sendiri tampak menyayangkan jika terjadi penurunan nominal jatah makan gratis sehingga menilai akan lebih baik jika pemerintah nantinya memberikan dalam bentuk uang saku.

"Kalau dikasi bentuk 'mentah' (uang, red) sih gapapa ya. Hitung-hitung nambah uang jajan siswanya jadi bisa buat tambah uang dari orang tua terus beli makan di kantin (sekolah)," tambahnya.

Baca Juga:10 Studio Foto Terdekat di Pontianak

Sementara itu, diberitakan sebelumnya bahwa Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran menyatakan bahwa isu anggaran makan bergizi gratis yang dipangkas menjadi Rp7.500 per porsi tidak benar karena belum ada keputusan resmi. Hasan Nasbi, Anggota Bidang Komunikasi Tim tersebut, menjelaskan bahwa program ini masih dalam tahap riset dan uji coba di beberapa daerah, dengan alokasi anggaran sebesar Rp71 triliun. Riset ini bertujuan untuk memastikan kecukupan gizi dan optimalisasi jumlah penerima program.

Hasan menambahkan bahwa ahli gizi terlibat dalam menentukan menu yang sesuai, sehingga anggaran per porsi belum bisa dipastikan. Harga akan bergantung pada ketersediaan bahan pangan di berbagai daerah. Program ini diujicobakan selama dua hingga tiga bulan ke depan untuk mencapai tujuan ketercukupan gizi dan jangkauan penerima manfaat yang luas.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, menyebutkan bahwa anggaran Rp7.500 per porsi dinilai cukup untuk beberapa daerah, meskipun kebijakan ini masih dalam tahap penyusunan. Nominal tersebut dianggap cukup besar di beberapa daerah tergantung harga bahan makanan dan tingkat kemahalan setempat.

Kontributor : Maria

Baca Juga:3 Mall Terdekat di Pontianak

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini