- Perum Bulog Kanwil Kalbar menargetkan peningkatan penyerapan gabah menjadi 5.100 ton beras pada tahun 2026.
- Bulog Kalbar memiliki stok beras 14 ribu ton, namun perlu tambahan 25 ribu ton pada semester kedua 2026.
- Bulog Kalbar menargetkan penyelesaian sisa penyaluran bantuan pangan dalam dua hari ke depan karena kendala akses.
SuaraKalbar.id - Perum Bulog Kanwil Kalbar menargetkan peningkatan penyerapan gabah setara beras pada tahun 2026.Secara nasional, target penyerapan naik dari 3 juta ton menjadi 4 juta ton setara beras. Sementara untuk Kalbar, target penyerapan meningkat dari 3.900 ton pada 2025 menjadi 5.100 ton pada 2026.
Kepala Kanwil Perum Bulog Kalbar, Rasiwan mengatakan, target tersebut akan dibagi ke lima kantor cabang Bulog di Kalbar. Dalam pelaksanaannya, Bulog akan kembali menggandeng Dinas Pertanian serta TNI, termasuk peran Babinsa, sebagaimana kolaborasi yang telah berjalan baik pada tahun sebelumnya.
“Dengan pengalaman tahun lalu, kami optimistis penyerapan gabah dan beras di 2026 dapat berjalan lebih baik,” kata Rasiwan, melansir suarakalbar, Senin, 26 Januari 2026.
Terkait kesiapan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Imlek, Ramadan, dan Idulfitri, Bulog Kalbar memastikan kondisi stok pangan aman. Saat ini stok beras Bulog di Kalbar tercatat sekitar 14 ribu ton, yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga triwulan pertama 2026.
Selain itu, Bulog Kalbar juga telah melakukan perhitungan kebutuhan pangan tahunan. Dari hasil analisis tersebut, masih diperlukan tambahan sekitar 25 ribu ton beras yang akan diajukan ke kantor pusat dan direncanakan realisasinya pada semester kedua 2026.
Untuk penyaluran bantuan pangan, Rasiwan mengungkapkan masih terdapat sekitar 1,3 persen yang belum tersalurkan. Bulog menargetkan sisa bantuan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu dua hari ke depan, dengan fokus pada wilayah yang selama ini terkendala akses.
“Kendala utama memang jarak yang cukup ekstrem, ada daerah yang membutuhkan waktu pengiriman hingga empat hari, ditambah faktor teknis seperti kapal rusak. Namun saat ini sudah teratasi dan kami optimistis bisa tuntas dalam dua hari,” ujarnya.
Rasiwan juga memastikan harga beras premium di Kalbar tetap stabil. Bulog telah menyiapkan stok beras premium dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.400 per kilogram sebagai langkah menjaga keseimbangan pasar.
“Beras premium kami siapkan sebagai penyeimbang pasar agar harga tetap terkendali di tingkat konsumen,” tukasnya.