Kisah Slamet, Muslim Penjaga Kelenteng Tengah Laut Kubu Raya Selama 30 Tahun

Bagi Slamet, bekerja tanpa gaji jurstru memberikannya kebebasan.

Suhardiman
Senin, 09 Februari 2026 | 15:23 WIB
Kisah Slamet, Muslim Penjaga Kelenteng Tengah Laut Kubu Raya Selama 30 Tahun
Slamet, penjaga kelenteng tengah laut (Xuan Wu Zhen Tan) yang sudah mengabdi selama 30 tahun. [SUARAKALBAR.CO.ID/Meriy]
Baca 10 detik
  • Kelenteng Tengah Laut di Kubu Raya dijaga oleh Slamet, seorang pria Muslim berusia 74 tahun, selama hampir 30 tahun.
  • Awalnya dibayar, Slamet kini menjaga kelenteng tanpa gaji tetap, menerima donasi dari para pengunjung yang datang.
  • Slamet secara rutin menyeberang laut menggunakan perahu setiap hari demi menjalankan tanggung jawab menjaga kelenteng tersebut.

SuaraKalbar.id - Kelenteng Tengah Laut (Xuan Wu Zhen Tan) yang terletak di Desa Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, merupakan salah satu destinasi religi yang unik di Indonesia. Berada di tengah laut, kelenteng ini tidak hanya menawarkan panorama alam yang menenangkan, tetapi juga menyimpan kisah kemanusiaan yang sarat makna toleransi antarumat beragama.

Daya tarik utama Kelenteng Tengah Laut Kubu Raya bukan semata karena lokasinya yang terapung di atas air laut, melainkan sosok penjaganya. Namanya Slamet, seorang pria berusia 74 tahun yang beragama Islam.

Selama hampir 30 tahun, Slamet dengan setia menjaga kelenteng ini, membuktikan bahwa nilai toleransi bukan sekadar wacana, melainkan praktik hidup sehari-hari. Slamet sendiri memiliki keterbatasan dengan kakinya yang tidak bisa berjalan sempurna dan memerlukan bantuan kaki.

Awal Perjalanan Slamet Menjaga Kelenteng Tengah Laut

Slamet menceritakan bahwa awal dirinya menjadi penjaga kelenteng bermula dari tawaran pekerjaan sederhana dengan bayaran Rp400 ribu per bulan. Jumlah tersebut akhirnya membuatnya berhenti karena dianggap tidak mencukupi kebutuhan hidup.

“Jadi dulu saya jaga pekong (kelenteng) ini dengan bayaran 400 ribu rupiah, setelah itu saya berhenti, mana cukup 400 ribu jadi akhirnya saya berhenti,” katanya melansir suarakalbar, Senin, 9 Februari 2026.

Tak lama setelah berhenti, ia kemudian dipanggil lagi dan berkerja tanpa bayaran. Ia pun menerima tawaran itu dengan lapang dada. Bagi Slamet, bekerja tanpa gaji jurstru memberikannya kebebasan.

“Setelah itu saya dipanggil lagi, saya mau saja kalau tidak digaji bebas gitu maksudnya, jadi bisa kemana-mana, kalau di gaji kan tidak bisa kemana-mana,” tambahnya.

Namun demikian, terkadang ada saja dari pengunjung yang datang yang memberikannya sejumlah uang.

“Tapi kadang ada-ada saja dari pengunjung yang datang yang kasi uang,” ujarnya.

Menyeberang Laut Setiap Hari Demi Tanggung Jawab

Slamet mengaku tinggal di daerah pabrik di tepi pantai, sehingga setiap hari ia harus ke kelenteng dengan menggunakan perahu.

“Saya tidak tinggal disini, saya tinggal dekat pabrik, jadi setiap hari kesini dengan menggunakan perahu,” ungkapnya.

Selama menjaga kelenteng, Slamet datang pukul 7 pagi dan pulang pada pukul 5 sore. Namun di hari minggu biasanya ia pulang lebih lama hingga pukul 6 sore.

Meskipun beragam Islam, Slamet mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut, ia merasa semua perkerjaan selama tidak melanggar norma dan aturan tidak masalah.

“Semuanya sama saja menurut saya, tidak masalah,” ucapnya.

Selama 30 tahun menjaga kelenteng Xuan Wu Zhen Tan membuatnya banyak bertemu dengan orang baru setiap hari, yang datang dari berbagai daerah.

“Banyak yang datang, setiap hari pasti ada, apalagi jelang imlek, dari luar kota seperti Jakarta juga ada, bahkan pernah juga datang orang Belanda kesini bersama istrinya orang Indonesia,” jelasnya.

Kisah Slamet menjadi bukti bahwa toleransi antarumat beragama di Indonesia bukan sekadar slogan. Kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai penjaga kelenteng, serta konsistensi dan loyalitas yang ia tunjukkan, menjadikan Kelenteng Tengah Laut Kubu Raya sebagai simbol harmoni di tengah keberagaman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini