Polemik Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar, Sekda Kalbar Sebut Juri Tak Paham Materi Perlombaan

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman terhadap jawaban peserta.

Suhardiman
Selasa, 12 Mei 2026 | 12:15 WIB
Polemik Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar, Sekda Kalbar Sebut Juri Tak Paham Materi Perlombaan
Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson. [suarakalbar]
Baca 10 detik
  • Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalimantan Barat memicu polemik akibat dugaan ketidakadilan penilaian dewan juri terhadap peserta.
  • Sekda Kalimantan Barat, Harisson, menyatakan juri tidak menguasai materi lomba sehingga penilaian menjadi tidak objektif dan membingungkan.
  • Pemerintah menuntut evaluasi profesional untuk memastikan keadilan bagi siswa SMAN 1 Pontianak yang merasa dirugikan dalam kompetisi tersebut.

SuaraKalbar.id - Masalah hasil penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat masih menjadi sorotan publik. Polemik ini bahkan viral di media sosial dan memicu berbagai reaksi dari masyarakat hingga kalangan pendidikan.

Sorotan utama muncul setelah adanya dugaan ketidaksesuaian penilaian dewan juri terhadap jawaban peserta, terutama yang melibatkan siswa SMA Negeri 1 Pontianak (SMANSA). Banyak pihak mempertanyakan objektivitas penilaian serta profesionalisme juri selama perlombaan berlangsung.

Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson, turut memberikan tanggapan terkait polemik tersebut. Ia menilai adanya sejumlah kejanggalan dalam proses penilaian lomba.

Menurutnya, juri terlihat terlalu bergantung pada teks jawaban yang tersedia di perangkat penilaian. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman terhadap jawaban peserta.

"Juri itu terkesan tidak paham dengan materi yang ditanyakan. Sehingga dia harus membaca jawaban yang ada di tab-nya, lalu berusaha menyandingkannya dengan jawaban anak-anak. Di situ bisa terjadi salah paham," katanya, melansir suarakalbar, Selasa, 12 Mei 2026.

Menurut Harisson, seorang juri seharusnya memiliki penguasaan materi yang kuat, sehingga mampu menilai jawaban peserta secara langsung tanpa harus terpaku pada catatan.

“Kalau kita sudah paham materi yang ditanyakan, tidak perlu melihat tab. Cukup dengar jawaban peserta, kita sudah bisa menilai substansinya benar atau tidak," ujarnya.

Ekspresi Juri Dinilai Menunjukkan Keraguan

Harisson turut menyoroti bahasa tubuh dan ekspresi dewan juri ketika melakukan penilaian yang menunjukkan keraguan. Hal ini dapat memengaruhi objektivitas penilaian.

Ia menekankan pentingnya menjaga rasa keadilan bagi seluruh peserta, khususnya siswa SMA Negeri 1 Pontianak yang ikut dalam perlombaan tersebut.

Dirinya berharap proses evaluasi dilakukan secara profesional agar tidak menyisakan kesan ketidakadilan bagi para siswa.

"Saya minta ada rasa keadilan yang harus diterima oleh anak-anak SMANSA. Jangan biarkan rasa ketidakadilan itu membekas di diri mereka," tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak