- PT iNova Pharmaceuticals Indonesia dan PMI Kalimantan Barat menyalurkan air bersih serta pengobatan gratis bagi warga Kubu Raya pada 2 Oktober 2026.
- Bantuan tersebut diberikan karena kebakaran hutan dan lahan menyebabkan krisis air bersih serta gangguan kesehatan berupa infeksi saluran pernapasan pada warga.
- Distribusi air bersih dan pemeriksaan kesehatan ini bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan konsumsi harian serta merawat luka secara higienis.
SuaraKalbar.id - Dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat tak hanya membuat warga berhadapan dengan asap dan penurunan kualitas udara. Di Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, persoalan air bersih juga menjadi masalah yang belum sepenuhnya teratasi.
Sebagian warga masih mengandalkan air hujan dan air sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara untuk memasak dan minum, sebagian keluarga harus membeli air.
Kondisi tersebut terlihat saat PT iNova Pharmaceuticals Indonesia melalui Betadine Indonesia bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kalimantan Barat menyalurkan bantuan air bersih sekaligus menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga Dusun Sidomulyo, Jumat (2/10/2026).
Salah seorang warga, Suminah, mengatakan keluarganya selama ini menggunakan air hujan dan air sumur untuk berbagai kebutuhan rumah tangga.
Baca Juga:IPOSC 2026 Digelar Saat Karhutla Parah, Muncul Desakan agar Acara Sawit Dibatalkan
“Alhamdulillah ini ada bantuan. Untuk kebutuhan sehari-hari pakai air hujan, air tanah. Untuk mandi, untuk cuci itu pakai air sumur biasa, bukan sumur bor,” ujar Suminah.
Namun, kebutuhan air untuk memasak dan minum membuat keluarganya harus mengeluarkan biaya tambahan.
“Selama ini selain dari bantuan kami membeli air untuk masak dan minum, untuk satu hari satu galon,” katanya.
Suminah mengaku terbantu dengan distribusi air bersih yang diberikan Betadine Indonesia bersama PMI Kalbar.
“Alhamdulillah bantuan ini cukup membantu. Terima kasih bantuannya, semoga lancar,” tuturnya.
Baca Juga:Dari PMI Jadi Pengusaha, Tati Purwanti Bawa Bubur Cirebon ke Jantung Kota Taipei
Kepala Markas PMI Kalbar, Budiman Very, mengatakan persoalan air bersih di Dusun Sidomulyo bukan hanya muncul ketika terjadi kekeringan. Keterbatasan sumber air telah menjadi persoalan yang dirasakan masyarakat setempat.
“Hari ini kita melaksanakan kegiatan distribusi air bersih dan pengobatan gratis. Daerah ini sangat menjadi titik perhatian kami karena memang pada saat tidak kekeringan saja masyarakat kesusahan air,” kata Budiman.
![Warga Kubu Raya saat mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis. [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/04/41182-warga-kubu-raya-saat-mendapatkan-pelayanan-pemeriksaan-kesehatan-gratis.jpg)
Menurut Budiman, sebagian masyarakat selama ini mengandalkan air hujan untuk kebutuhan konsumsi. Namun, kondisi Karhutla membuat kualitas air hujan juga perlu diperhatikan.
“Memang konsumsi utama air hujan. Memang sudah hujan, cuma kita lihat air hujan ini sendiri masih membawa sejumlah partikel akibat Karhutla sehingga kurang bersih,” ujarnya.
Karena itu, PMI Kalbar bersama Betadine Indonesia tetap menyalurkan air bersih meski hujan telah turun di wilayah tersebut.
“Jadi kita berkolaborasi memberikan bantuan air bersih. Kita bekerja sama dengan Betadine Indonesia. Kita lihat masih banyak masyarakat yang membutuhkan walaupun sudah hujan karena sumber air menjadi penting untuk konsumsi,” katanya.