Pebriansyah Ariefana | Hernawan
Rabu, 11 November 2020 | 09:43 WIB
Tangkapan layar Akhmad Sahal atau Gus Sahal. [YouTube/CokroTV]

SuaraKalbar.id - Baru saja pulang, Habib Rizieq Shihab dituduh mengaitkan Presiden Jokowi dengan gembong komunis. Tuduhan itu dilayangkan Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika Akhmad Sahal.

Gus Sahal lewat jejaring Twitter miliknya juga mengomentari pandangan Habib Rizieq terkait revolusi sebagaimana dia ungkapkan kepada massa yang menyambutnya.

Pria yang kerap disapa Gus Sahal itu bahkan sempat trending. Sebab, dia banyak mengomentari kembalinya sosok Habib Rizieq, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI).

Untuk diketahui, Habib Rizieq menyebut revolusi mental bersumber dari peletak paham komunis, Karl Marx.

Menanggapi hal itu, Gus Sahal mengatakan, sejatinya revolusi mental merupakan jargon yang dipopulerkan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Cuitan Gus Sahal Sebut Habib Rizieq Mengaitkan Jokowi dengan Gembong Komunis (Twitter/Sahal_AS).

Menurutnya, pernyataan yang disampaikan Habib Rizieq itu secara implisit mengaitkan Jokowi dengan komunis.

"Revolusi mental adalah jargon yang dipopulerkan Pak Jokowi," kata Gus Sahal, Selasa (10/11/2020).

"Habib Rizieq bilang istilah itu dipakai gembong komunis. Berarti Rizieq secara implisit mengaitkan Jokowi dengan 'gembong komunis'," lanjut dia.

Sebelumnya, Habib Rizieq tiba di Indonesia pada Selasa (10/11/2020) sekira pukul 08.38 WIB melalui Bandara Soekarno Hatta.

Baca Juga: Habib Rizieq Capek, Tak Sempat Obrolkan Reuni 212 2 Desember di Monas

Kepulangannya disambut ribuan massa yang tampak bersukacita. Mereka bahkan mengantar Habib Rizieq sampai tiba di kediamannya.

Habib Rizieq sempat menyampaikan sepatah kata kepada massa yang ikut menyambut kepulangannya. Dia membahas perihal revolusi, dibuka dengan pengertiannya secara mendasar.

Habib Rizieq bercerita soal Pemerintah Arab Saudi minta maaf kepadanya. (YouTube/Front Tv)

"Dengar kata revolusi, wah kalang kabut lagi. Revolusi, revolusi, revolusi. Revolusi itu perubahan drastis dan mendasar. Jadi, kalau perubahan drastis itu kemarin tukang bohong, hari ini perubahan drastis, nggak jadi tukang bohong lagi," jelas Habib Rizieq dilansir dari tayangan Kanal YouTube Front TV.

"Tapi kalau kemarin tukang bohong sekarang bohongnya dikurangi sedikit-sedikit, itu bukan revolusi," sambungnya.

Lebih lanjut, Habib Rizieq menuturkan alasannya memilih narasi revolusi akhlak, bukan revolusi lainnya seperti revolusi moral, revolusi budi pekerti, bahkan revolusi mental.

Habib Rizieq mengatakan nabi menggunakan istilah revolusi akhlak sehingga dia kemudian mengadopsi untuk langkah gerakannya.

Load More