- Ratusan warga Desa Semanget mendatangi Polres Sanggau pada Senin (4/5/2026) untuk menuntut pembebasan dua rekan mereka.
- Massa melakukan aksi protes dan audiensi resmi terkait penanganan kasus hukum pertambangan emas oleh pihak kepolisian.
- Kapolres Sanggau menyatakan keputusan tuntutan akan disampaikan setelah melakukan koordinasi dengan pihak Polda Kalimantan Barat.
SuaraKalbar.id - Aksi tak biasa terjadi di Polres Sanggau, Kalimantan Barat, Senin (4/5/2026).
Ratusan warga dari Desa Semanget, Kecamatan Entikong, mendatangi kantor polisi tersebut untuk menyampaikan tuntutan mereka secara langsung.
Mereka meminta dua rekan mereka yang diamankan dalam kasus aktivitas tambang emas segera dibebaskan. “Kami minta dibebaskan,” teriak warga dalam aksi tersebut.
Massa datang menggunakan berbagai kendaraan, mulai dari truk, bus, hingga kendaraan pribadi. Situasi di depan Mapolres pun sempat memanas seiring meningkatnya tekanan dari warga.
Aksi ini tidak berhenti pada orasi. Sejumlah perwakilan warga juga melakukan audiensi dengan pihak kepolisian guna menyampaikan tuntutan secara resmi.
Mereka menilai penanganan terhadap dua pekerja tambang tersebut perlu ditinjau kembali.
Desakan publik pun terlihat kuat. Menanggapi hal itu, Kapolres Sanggau, Sudarsono, menegaskan pihaknya belum bisa mengambil keputusan dalam waktu cepat.
Menurutnya, kasus ini merupakan bagian dari operasi yang melibatkan Polda Kalimantan Barat sehingga membutuhkan koordinasi lebih lanjut.
“Masih kami koordinasikan. Kami minta waktu,” ujarnya.
Baca Juga: Dari Upah Layak hingga Outsourcing, Ini 10 Tuntutan Buruh Kalbar di May Day
Ia memastikan, keputusan terkait tuntutan warga akan disampaikan dalam waktu tiga hari ke depan. Kasus ini kembali memperlihatkan dilema yang kerap terjadi di wilayah perbatasan.
Di satu sisi, aktivitas pertambangan tanpa izin menjadi persoalan hukum yang harus ditindak.
Namun di sisi lain, sebagian warga menggantungkan hidup dari aktivitas tersebut. Situasi inilah yang kerap memicu gesekan antara masyarakat dan aparat.
Hingga aksi berakhir, belum ada keputusan final dari pihak kepolisian. Namun tekanan dari warga terlihat nyata.
Kini, semua mata tertuju pada keputusan yang akan diambil dalam tiga hari ke depan.
Apakah dua pekerja tersebut akan dibebaskan, atau proses hukum tetap berlanjut? Jawabannya tinggal menunggu waktu.
Tag
Berita Terkait
-
Dari Upah Layak hingga Outsourcing, Ini 10 Tuntutan Buruh Kalbar di May Day
-
Siswa Sekolah Swasta di Kalbar Kini Bisa Dapat Beasiswa, Lebih dari 113 Ribu Sudah Terbantu
-
Saat Warga Kalbar Berbondong ke Emas, Benarkah Tabungan Biasa Mulai Ditinggalkan?
-
Rp170 Miliar Uang Negara Kasus Bauksit Diselamatkan, Tapi Kejati Kalbar Belum Tetapkan Tersangka
-
Sudah Lunas Rp54 Juta, Jemaah Haji Kalbar Masih Dibebani Biaya Tambahan Rp7,1 Juta
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
'Kami Minta Dibebaskan', Ratusan Warga Datangi Mapolres Sanggau, Polisi Beri Waktu 3 Hari
-
Bela Tanah Adat Berujung Laporan Polisi, Warga Ketapang Desak PT Mayana Cabut Kasus
-
Usai Dikunjungi Rocky Gerung, Ini Rahasia Kopi Warkop Asiang yang Sejak Dulu Bikin Orang Rela Antre
-
Tips Aman Tukar Ringgit di Pontianak: Cara Dapat Kurs Terbaik dan Hindari Penipuan
-
Skincare Rp50 Ribuan Ini Diam-Diam Dipakai Banyak Orang, Hasilnya Disebut Mirip Brand Jutaan