Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana | Farah Nabilla
Jum'at, 13 November 2020 | 06:30 WIB
Jalan menuju rumah keluarga yang terkena covid-19 ditutup paksa. (Instagram)

SuaraKalbar.id - Satu keluarga positif corona dan sedang menjalani isolasi mandiri di rumah mereka. Sayangnya, warga malah mendiskriminasi mereka.

Akses jalan ke rumah mereka pun diblokade alias ditutup. Sehingga mereka tak ada akses untuk keluar rumah. 

Jalan menuju rumah mereka diblokade hingga tak ada bantuan yang datang dari tetangga.

Kejadian itu diceritakan oleh sang anak, IN, yang curhat lewat akun Instagram-nya.

Baca Juga: Ogah Isolasi, Menteri Jokowi Sindir Rizieq: Panutan Harusnya Jadi Contoh

"Apa seperti ini perlakuan warga terhadap orang yang terkonfirmasi positif Covid-10??" tanya dia lewat unggahannya pada Kamis (12/11/2020).

Ia menceritakan, orang tuanya sedang menjalani isolasi mandiri usai terkonfirmasi positif virus corona. Mereka telah menjalani karantina mandiri selama 2 minggu.

Ilustrasi - Virus Corona (COVID-1(0. (Dok Antara)

"Selama itu pula kami sekeluarga mendekam dalam rumah tanpa interaksi dengan orang lain terkhusus orang tua saya, karena kami sadar risikonya," tulis dia.

Ketika memasuki hari ke 15 mereka menjalani isolasi mandiri, tiba-tiba jalan menuju rumah mereka ditutup paksa.

"Tiba-tiba jalan sebelah rumah kami ditutup paksa seperti ini oleh pengurus RT tanpa ada komunikasi terlebih dahulu kepada keluarga kami, entah menanyakan perkembangan kondisi kami atau apapun," curhat dia.

Baca Juga: Rizieq Ogah Isolasi, Menko PMK: Mestinya Sebagai Warga Negara Taat Aturan

Selama ini, mereka hanya mengandalkan kiriman dan bantuan dari saudara dan teman mereka yang masih peduli pada keluarganya.

Load More