- Pedagang pakaian di Pasar Kota Sinabang, Simeulue, mengalami penurunan pembeli signifikan menjelang Lebaran 2026.
- Omzet harian pedagang anjlok drastis, dari biasanya mencapai Rp3-7 juta menjadi sulit mencapai Rp1 juta per hari.
- Kondisi sepi pembeli diduga karena daya beli masyarakat menurun dan belum diterimanya gaji oleh beberapa pegawai.
SuaraKalbar.id - Menjelang Lebaran Idulfitri 1447 H / 2026 M, suasana pasar yang biasanya ramai justru tampak berbeda di Kabupaten Simeulue, Aceh. Para pedagang pakaian di Pasar Kota Sinabang mengaku mengalami penurunan pembeli yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Malik, salah seorang pedagang pakaian di Pasar Kota Sinabang, mengatakan bahwa penjualan masih sangat sepi meskipun Lebaran tinggal sekitar satu minggu lagi.
"Penjualan pakaian masih belum banyak, biasanya sepekan menjelang lebaran banyak yang mencari dan membeli pakaian untuk berlebaran nanti," kata Malik, melansir Antara, Minggu, 15 Maret 2026.
Menurut Malik, berbeda dengan lebaran sebelumnya, setiap menjelang lebaran banyak yang mencari pakaian sehingga berdampak pada pendapatan pedagang.
Namun, tahun ini sepertinya belum terlalu signifikan nilai penjualan pedagang dikarenakan pembeli masih sepi.
"Lebaran Idul Fitri tahun lalu, kami bisa meraup omzet Rp3 juta hingga Rp7 juta per hari. Namun, saat ini omzet Rp1 juta per hari saja susah didapat," ucapnya.
Menurutnya, ada beberapa penyebab yang membuat sepinya pembeli pakaian jelang lebaran Idul Fitri tahun ini. Di antaranya di aparatur desa, petugas kebersihan, pegawai paru waktu, dan lainnya juga belum gajian.
"Kemungkinan belum menerima gaji menjadi penyebab sepinya pembeli pakaian jelang lebaran ini," kata Malik.
Rahmadi, pedagang pakaian lainnya, menuturkan penurunan daya beli cukup tinggi. Hal ini terlihat sejak awal Ramadhan.
"Turunnya omzet penjualan mulai terasa pada awal puasa. Biasanya satu minggu sebelum puasa, pasar ini sudah ramai pembeli. Kini, kurang lebih satu pekan jelang lebaran belum ada peningkatan penjualan," kata Rahmadi.
Namun, Rahmadi tidak mengetahui secara pasti penyebab sepinya pembeli pakaian menjelang Idul Fitri ini. Namun, memang saat ini perekonomian di Kabupaten Simeulue memang kurang stabil.
"Yang pasti faktor ekonomi saat ini mempengaruhinya daya beli masyarakat," kata Rahmadi.
Berita Terkait
-
Banjir Luapan Dua Sungai Rendam 17 Desa di Aceh Barat
-
Banjir Aceh Selatan Rendam Dua Desa, 674 Warga Terdampak dan Ratusan Mengungsi
-
Banjir Aceh Barat Gerus Pondasi Rumah dan Jalan, 3 Kecamatan Terdampak
-
Banjir Rendam 15 Desa di Nagan Raya Aceh
-
Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Jalur PiningLokop Gayo Lues Aceh Akhirnya Bisa Dilalui
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
Terkini
-
BRI Raih 4 Penghargaan, Perkuat Komitmen Dukung Digitalisasi dan UMKM
-
BRI Konsisten Buyback Saham untuk Optimalkan Nilai Pemegang Saham
-
Sempat Mangkir, Pamar Lubis Kini Ditahan Polda Kalbar
-
BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional
-
BRI Rayakan Perjalanan 131 Tahun dengan Semangat Kolaborasi dan Kepedulian