Suhardiman
Minggu, 15 Maret 2026 | 14:53 WIB
Suasana pemeriksaan kesehatan kepada para sopir travel yang melintas di kawasan Islamic Center Sampit, Sabtu (14/3/2026). ANTARA/HO-Dinkes Kotim
Baca 10 detik
  • Enam sopir travel di Kotawaringin Timur terindikasi positif narkoba saat tes urine pemeriksaan Lebaran 2026.
  • Pemeriksaan kesehatan dan tes narkoba ini dilakukan di Islamic Center Sampit pada Sabtu, 14 Maret 2026.
  • Tindak lanjut hasil tes positif diserahkan kepada BNNK Kotim dan Satresnarkoba Polres Kotim untuk penanganan.

SuaraKalbar.id - Menjelang arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, pengawasan terhadap pengemudi angkutan umum semakin diperketat.

Sebanyak enam sopir travel yang melintas di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, terindikasi menggunakan narkoba setelah menjalani tes urine dalam pemeriksaan kesehatan Pos Pengamanan Terpadu Angkutan Lebaran 2026.

“Hasil pemeriksaan terhadap para sopir travel ada enam orang yang terindikasi positif narkoba. Tapi dalam hal ini kami sebatas pemeriksaan saja, maka untuk tindak lanjutnya kami serahkan ke pihak berwenang,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kotim Nugroho Kuncoro Yudho, melansir Antara, Minggu, 15 Maret 2026.

Nugroho menjelaskan bahwa Pos Pengamanan Terpadu Angkutan Lebaran kembali diaktifkan guna menjamin keselamatan dan keamanan pemudik. 

Salah satu kegiatannya adalah melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis dan tes urine bagi para sopir angkutan umum serta pembantu sopir atau kernet.

Dalam pemeriksaan kesehatan dan tes urine ini, pihaknya menggandeng Satresnarkoba Polres Kotim dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotim.

Sebelumnya, pada Jumat, 13 Maret 2026, pemeriksaan kesehatan dan tes urine menyasar sopir dan kernet bus yang transit di Terminal Patih Rumbih.

Sebanyak 28 orang diperiksa, hasilnya delapan orang mengalami tekanan darah tinggi, enam gula darah tinggi, tujuh kelebihan berat badan, sedangkan untuk tes narkoba semua negatif.

Kemudian, Sabtu 14 Maret 2026, kegiatan serupa dilaksanakan di kawasan Islamic Center Sampit dengan menyasar para sopir travel atau taksi.

“Kami minta tolong Satlantas dan Dishub memberhentikan travel yang lewat dan para sopir kami minta cek kesehatan sekaligus cek narkoba. Selanjutnya sopir menemui tim kesehatan untuk diperiksa, lalu untuk tes urine dikawal BNNK sampai dapat hasilnya,” ujar Nugroho.

Sebanyak 26 sopir travel diperiksa dalam kegiatan kali ini, hasilnya 19 mengalami tekanan darah rendah, tiga gula darah tinggi, satu kelebihan berat badan dan tiga kurus, serta hasil tes urine menunjukkan enam orang positif narkoba.

Nugroho menegaskan, dalam kegiatan ini Dinas Kesehatan hanya sebatas melakukan pemeriksaan, sedangkan untuk tindak lanjut terhadap sopir yang positif narkoba diserahkan kepada BNNK Kotim dan Satres Narkoba Polres Kotim.

Informasi yang ia terima, para sopir yang terindikasi positif narkoba tersebut minta identitas diri dan diberikan surat tidak layak jalan serta dikenakan wajib lapor.

“Kesepakatan waktu rapat kemarin, BNNK yang menangani dari sisi pengguna termasuk rehabilitasinya, lalu dari Satres Narkoba Polres Kotim.itu yang menindaklanjuti pengembangan kasusnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, selain melakukan pemeriksaan kesehatan dan tes urine, pihaknya juga memberikan penyuluhan kepada para pengemudi angkutan tersebut.

Load More