Scroll untuk membaca artikel
Husna Rahmayunita
Jum'at, 15 Januari 2021 | 09:44 WIB
INFOGRAFIS: Kisah Hidup Syekh Ali Jaber

Sebelum kembali ke Lombok pada Senin (11/1) lalu, dirinya lama berada di Jakarta untuk memantau kondisi Syeikh Ali Jaber selama dalam perawatan di rumah sakit.

"Karena kondisinya beliau terus membaik, saya akhirnya memutuskan pulang, tapi pada Kamis (14/1) pagi kami dikabarkan bahwa kondisi Syeikh Ali Jaber terus menurun, oksigen turun dan panasnya naik. Tapi meninggalnya Syeikh Ali Jaber dalam kondisi negatif COVID-19," jelasnya.

Mengetahui kondisi sang ayah, Al Hasan Ali Jaber sang ibu dan keluarga besarnya bertolak ke Jakarta.

"Semua kami lagi berduka, insyaAllah almarhum ditempatkan di sisi yang terbaik oleh Allat SWT.

Baca Juga: Selain Syekh Ali Jaber, Haikal Hasan Sebut 10 Nama Ulama Wafat Januari 2021

Momen Hafiz Naja bersama Syekh Ali Jaber (YT/Naja Hudia)

Sementara itu, sepupu sekaligus sahabat dekat Syeikh Ali Jaber, Abdurrahman Husain Jaber, mengaku mengenal sosok sang ulama sebagai pribadiyang ramah, santun dan pemurah.

Selama masa hidup, baik sebelum dan sesudah menjadi pendakwah kondang almarhum Syeikh Ali Jaber selalu membantu orang lain.

"Pernah di salah satu minimarket pada malam hari beliau membantu seorang ibu yang lagi kesusahan karena memikirkan biaya operasi keluarganya. Oleh Syeikh Ali Jaber, ibu yang mengaku kesusahan tersebut diberikan uang Rp 5 juta, padahal beliau saat itu tidak mengenal siapa ibu tersebut dan uang yang dibawa Syeikh Ali Jaber hanya itu, bahkan setelah itu kondisi ibu itu selama keluarganya mendapat perawatan tetap mendapat perhatian Syeikh Ali Jaber," terangnya.

Oleh karena itu, mendapat kabar Syeikh Ali Jaber meninggal dunia, dirinya teringat dengan jasa-jasa baik Syekh Ali Jaber yang tidak pernah memandang siapapun orang yang dibantu.

"Kami semua berharap semoga beliau diterima di sisi Allah," ungkapnya.

Baca Juga: Ramzi Sebut Syekh Ali Jaber Ulama yang Cinta Indonesia

Senyum

Load More