- Ahli gizi Diah Maunah menyatakan mi instan boleh dikonsumsi maksimal sebulan sekali sebagai makanan rekreasi.
- Mi instan tinggi natrium dan lemak; satu porsi kuah bisa penuhi 75 persen kebutuhan natrium harian.
- Konsumsi berlebihan dapat memicu penyakit degeneratif, hipertensi, gangguan ginjal, dan masalah saluran cerna.
SuaraKalbar.id - Mi instan telah menjadi salah satu makanan favorit masyarakat. Rasanya yang gurih, harga terjangkau, mudah diperoleh, dan proses memasaknya yang praktis membuat mi instan kerap menjadi pilihan, terutama saat cuaca dingin atau musim hujan. Namun, di balik kelezatannya, konsumsi mi instan tetap perlu dilakukan secara bijak agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan.
Ahli gizi sekaligus anggota Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI), Diah Maunah, menegaskan bahwa mengonsumsi mi instan dalam waktu tertentu diperbolehkan asal jumlah konsumsinya dibatasi, yakni cukup satu bulan sekali atau hanya sebagai makanan “rekreasi”.
“Mi instan merupakan jenis makanan yang aman dikonsumsi jika kita paham bagaimana batasan porsi dan cara pengolahan yang tepat sesuai dengan kondisi tubuh kita. Mi instan pada umumnya cenderung tinggi natrium, dan lemak, serta energi. Misal dikonsumsi hanya pada saat tanggal lahir kita sehingga 1 bulan 1 kali saja,” kata Diah, melansir Antara, Senin, 2 Februari 2026.
Salah satu perhatian utama dalam konsumsi mi instan adalah tingginya kandungan natrium dan lemak. Di mana satu porsi mi instan, terutama jenis mi instan kuah, dapat mengandung lebih dari 1.000 miligram natrium. Angka ini setara dengan sekitar 75 persen kebutuhan natrium harian seseorang.
“Jika kita ada hipertensi atau sensitif terhadap natrium maka tidaklah tepat mengonsumsi mi instan ini karena jatah natriumnya akan habis hanya dengan konsumsi satu bungkus mi kuah instan. Kebutuhan natrium seseorang dengan hipertensi maksimal adalah 1.200 miligram, di mi kuah instan antara 1000-1100 milligram per saji,” ujarnya.
Sebaiknya mi instan tidak dikonsumsi berlebihan selama musim hujan tanpa diimbangi dengan makanan sehat lainnya. Masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat konsumsi mi instan yang berlebihan di antaranya masalah penyakit degeneratif seperti kerusakan pada pembuluh darah, hipertensi yang dapat berujung pada gangguan fungsi ginjal, serta gangguan fungsi saluran cerna seperti iritasi lambung, dan usus.
Pada remaja juga bisa ditemukan hemoroid atau ambeien, sampai kanker usus karena riwayat makanan mi instan di setiap minggunya. Selain itu masalah obesitas juga dapat muncul jika mi instan dikonsumsi secara berlebihan.
Berita Terkait
-
Suahasil Tambah Anggaran BPJS Kesehatan Rp 20 Triliun, Cair Bertahap hingga November
-
Kekerasan Spiritual di Gereja Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental
-
Efisiensi Anggaran Kesehatan Jangan Membuat Pasien BPJS Kehilangan Obat
-
Polres Kudus Bersinergi Perkuat Perlindungan JKN bagi Masyarakat Kelompok Rentan
-
Tak Cukup Bicara soal Haid, Remaja Perempuan Perlu Edukasi Kesehatan Reproduksi
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?
-
BRI Peduli Hadirkan Aksi Nyata Jaga Kebersihan Mandalika di Ajang MotoGP 2026
-
BRI Pertahankan Posisi Merek Paling Bernilai di Indonesia di Tengah Persaingan Industri Keuangan
-
Investasi Mulai Rp100.000, BRI Hadirkan Tiga Produk Reksa Dana Eastspring
-
Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap