Husna Rahmayunita
Banjir Kalsel menyebabkan ribuan jiwa terdampak. Akhirnya Gubernur Kalsel berstatus Tanggap Darurat. [Foto: Rico]

SuaraKalbar.id - Musibah banjir yang melanda Kalimantan Selatan tak hanya merendam rumah warga dan melumpuhkan aktivitas, namun juga memakan korban jiwa.

Perkembangan terkini menyebutkan sebanyak lima orang ditemukan meninggal dunia akibat terseret arus banjir di Desa Hentakan, Hulu Sungai, Kalsel.

Desa Hentakan diketahui menjadi wilayah yang cukup parah terdampak banjir Kalsel. Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Desa Hantakan, Sri Winda.

"Sudah ada 5 mayat ditemukan. Mungkin warga desa di hulu sungai," ujarnya kepada Antara Kalsel saat membagi logistik, dilaporkan, Sabtu.

Baca Juga: Ratusan Warga Mengungsi ke Musala dan Balai Desa Akibat Banjir Jember

Ia menuturkan banyak warga menyaksikan salah satu korban hanyut melambaikan tangan meminta pertolongan bertengger di atas atap rumah.

Seorang tokoh masyarakat Muhammad Rifani menyampaikan hal serupa. Ia mengatakan diperkirakan masih ada mayat yang belum ditemukan.

"Korban jiwa diperkirakan ada puluhan orang, karena sekarang sudah ada lima mayat yang ditemukan," katanya.

Warga melintasi banjir yang menggenangi kawasan padat penduduk di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Jumat (15/1/2021). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S]

Sementara untuk laporan orang hilang. kata dia, masih belum terverifikasi. Kemungkinan besar ada puluhan orang juga yang hilang.

"kami di sini masih menangani bantuan logistik," ujar pria yang akrab disapa Datu Manggasang itu.

Baca Juga: 5 Hari Jember Dikepung Banjir Setelah Hujan Sepekan, Ribuan Warga Terdampak

Dia menerangkan ada kampung yang disapu habis oleh banjir dan diperkirakan banyak korban jiwa berasal dari hulu sungai Desa Hantakan, pemukiman daerah aliran sungai (DAS) Hantakan.

Menurut informasi warga, banjir langsung menerjang Desa Hantakan pada Kamis (7/1/2021) sekitar pukul 22.00 Wita. Malam itu banyak warga hanya bisa menyelamatkan diri dan keluarga menuju dataran tinggi.

"Cuma sempat menyelamatkan anak anak langsung ke sini (sekarang jadi pengungsian). Rumah habis tinggal tunggul," ujar seorang wanita dengan bayinya dipengungsian.

Terlihat, situasi Desa Hantakan yang berada di pinggiran DAS itu porak poranda, fasilitas umum, pasar dan banyak rumah hancur tertinggal puing.

Masih terdengar gemuruh dari debit air yang berangsur menyusut itu. Sore tadi, warga terlihat membersihkan harta benda di dalam rumah dari lumpur. Banyak anak-anak, wanita dan usia renta di sana. Saat ini logistik sangat diperlukan.

Puskesmas rawat inap di Desa Hantakan menjadi tempat pengungsian sekaligus posko utama di Kecamatan Hantakan jaraknya sekitar 500 dari kampung.

"Ada sekitar 300 warga di Desa Hantakan. Beberapa hari lalu Desa Hantakan mengalami lumpuh total. Alhamdulillah, hari ini sudah banyak berdatangan bantuan mungkin karena akses jalan sudah bisa dimasuki menuju ke sini. Iya logistik sangat diperlukan," ujar Sri Winda.

Senada dengan hal itu, Datu Manggasang menyebutkan warga terdampak banjir butuh pertolongan.

"Masih memerlukan bantuan, terutama beras, mie instan, perlengkapan bayi sama air bersih. Kalaunya untuk pakaian mulai mencukupi, pakaian dalam saat ini sangat dibutuhkan terutama wanita," ujarnya.

Komentar