Husna Rahmayunita | Hernawan
Selasa, 02 Februari 2021 | 11:59 WIB
Cak Nun - (YouTube/Najwa Shihab)

SuaraKalbar.id - Budayawan Emha Ainun Najib atau Cak Nun mewanti-wanti publik agar tak asal berbicara saat menyampaikan pendapat.

Bukan tanpa sebab saran itu, Cak Nun baru-baru ini mengomentari cuitan 'islam arogan' yang belakangan menuai kritik tajam dari kalangan muslim. Cuitan itu diunggah oleh pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda.

Cak Nun menilai kalimat yang dipilih Abu Janda salah penggunaannya. Ada kemungkinan yang dimaksud adalah sesuatu yang spesifik sehingga menyakiti banyak orang,

Dari polemik Abu Janda, Cak Nun menyarankan agar masyarakat berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara. Pasalnya, apa yang sudah keluar dari mulut harus bisa dipertanggungjawabkan secara makna, harfiah, atau historis.

"Saya kira kita secara nasional harus mulai berpikir untuk berhati-hati ngomong, kita sering kali ucapkan 10 kata, mungkin sembilannya tidak bisa kita pertanggungjawabkan," terang Caknun dalam video berjudul "Abu Janda, Abu Bakar, Abu Gosok" yang diunggah di saluran YouTube CakNun.com pada Senin (1/2/2021). 

"Saya tidak mengecam siapa pun. Sekarang kita sedang dikepung Covid-19. Pelajaran notor satu itu kewaspadaan atau dalam bahasa Arab disebut takwa. Takwa itu hanya bisa dilakukan kalau anda zikir," tandas Cak Nun.

'Islam Arogan' tak masuk akal

Cak Nun soal Islam Agama Arogan (YouTube/Caknun.com).

Sebelumnya, Cak Nun mengkritisi doa soal yakni istilah 'islam arogan' dan 'kearifan lokal' yang berkaitan dengan cuitan Abu Janda.

Cak Nun mengacu pada perkataan Sayyidina Ali yang  mana menyebut  tidak penting siapa orang yang mengucapkan tapi yang terpenting perkatannya.

Baca Juga: Alissa Wahid Didebat Gus Sahal Mengenai Abu Janda dan NU

"Apa perkataannya, tidak peduli dia menjadi Abu Janda, abu duda, abu bakar, abu lahab, abu rokok, segala macam tidak penting. Yang penting perkataannya," tuturnya 

"Tuhan mengatakan janganlah kebencianmu kepada seseorang menjadikanmu berbuat tidak adil. Itu juga berarti janganlah kecintaanmu atau persahabatanmu dengan seseorang membuat kamu bersikap tidak adil. Nah, ini harus saya patuhi. Jadi apa yang saya ucapkan bukan karena benci atau tidak," sambung Cak Nun.

Sebelum membahas soal Islam agama arogan sebagaimana disinggung Abu Janda, Cak Nun terlebih dahulu membahas soal apa yang disebut agama dan Islam.

"Sekarang saya tanya yang dimaksud agama itu apa? Sasarannya ke manusia atau ke Tuhan? Kemudian arogan itu bisa muncul karena apa?" tanya Cak Nun membuka.

Cak Nun menegaskan, Islam sejatinya tak bisa disebut arogan lantaran Islam adalah nilai. Islam merupakan sistem berpikir dan sistem sosial, alat yang bisa digunakan manusia atau tidak.

"Kata arogan tidak berlaku untuk selain manusia. Maka kalau Islam itu arogan itu agak tidak masuk akal. Yang arogan mungkin muslim, bukan Islam. Kalau Tuhan memang arogan, kenapa Tuhan tidak boleh arogan? Kenapa Tuhan tidak boleh sombong? Tuhan gak punya apa-apa karena Dia yang bikin. Dia yang merubah apa yang tidak ada jadi ada," kata Caknun.

Load More