SuaraKalbar.id - Warga digegerkan dengan pernikahan dini sepasang anak baru gede (ABG). Si perempuan masih berusia 12 tahun menikah dengan pacarnya yang berumur 17 tahun.
Pernikahan dini itu terjadi karena keduanya kebelet nikah dan merasa sudah sanggup membina rumah tangga.
Orangtua mereka sampai pusing, karena si cowok sering membawa kabur pacarnya. Ogah terjadi hal yang tidak diinginkan, pihak orangtua kemudian menikahkan sepasang sejoli itu.
Dikutip dari Solopos (jaringan Suara.com), pernikahan sejoli ABG di gelar tempat asal keduanya, Desa Sragen, Jawa Tengah pada 2020 silam.
Diketahui, sesuai UU No. 16/2019 tentang Perubahan Atas UU. No. 1/1974 tentang Perkawinan, batas usia pria dan wanita yang akan menikah minimal 19 tahun. Sebelumnya, batas usia menikah bagi pria adalah 19 tahun dan wanita 16 tahun.
Namun kedua ABG ini sudah tak bisa menahan untuk segera membangun rumah tangga. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Desa Karanganom, Wasijo.
Wasijo menuturkan sebenarnya pihak KUA Sukodono bersama Pemcam Sukodono dan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KB-P2A) Sragen sudah memberi penyuluhan kepada kedua pasangan ABG itu untuk menunda nikah.
Namun keduanya tetap bersikukuh ingin menikah. Akhirnya orangtua mereka mengajukan dispensasi kawin ke Pengadilan Agama (PA) Sragen.
Majelis hakim PA Sragen mengabulkan dispensasi kawin pasangan ABG itu dengan catatan khusus yakni mesti menunda kehamilan.
Baca Juga: Dalam Mimpi, Sri Wisnuwati Ngaku Ketemu Suami Suyanto Korban Sriwijaya Air
“Catatannya, keduanya dibolehkan menikah tapi harus menunda kehamilan. Kalau hamil tentu berisiko karena usia pengantin wanita belum matang. Jadi, sampai sekarang mereka belum punya anak," jelas Wasijo.
Sementara itu, Kepala KUA Sukodono, Sugiman, mengatakan terdapat sekitar enam pengajuan dispensasi kawin sepanjang 2020 lalu. Salah satunya pasangan pengantin ABG asal Desa Karanganom.
Menurutnya, keputusan terkait permohonan dispensasi kawin itu berada di tangan majelis hakim PA Sragen. Dia menilai ada banyak pertimbangan mengapa dispensasi kawin itu dikabulkan.
“Informasi yang saya dapat, orangtua keduanya sudah dibuat pusing karena si pria kerap membawa kabur si wanita sebelum menikah. Mereka ngebet sekali menikah. Ada kekhawatiran kalau tidak segera dinikahkan malah terjadi kehamilan di luar nikah. Semua dibuat bingung karenanya,” terang Sugiman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
BRI Raih 4 Penghargaan, Perkuat Komitmen Dukung Digitalisasi dan UMKM
-
BRI Konsisten Buyback Saham untuk Optimalkan Nilai Pemegang Saham
-
Sempat Mangkir, Pamar Lubis Kini Ditahan Polda Kalbar
-
BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional
-
BRI Rayakan Perjalanan 131 Tahun dengan Semangat Kolaborasi dan Kepedulian