SuaraKalbar.id - Seorang gadis belia di Kota Pontianak, Kalimantan Barat diduga menjadi korban tindakan asusila.
Pelajar 16 tahun tahun diduga jadi korban pemerkosaan oleh seorang tamu yang menginap di salah satu hotel di Jalan Gajah Mada, Pontianak Selatan, pada Senin (22/2/2021) malam.
Dia dibawa ke hotel tersebut dan diduga dicekoki narkoba. Kondisi korban kekinian masih trauma parah.
Hal itu diungkapkan F, ayahnya saat ditemui di Mapolresta Pontianak.
"Kondisi anak saya masih trauma. Sekarang masih ada sedikit halusinasi. Kadang kalau tidur ada ngomong dan mengigau dibunuh-dibunuh gitu," jelas F.
Bahkan, kata dia, sesaat anaknya diamankan, pihak keluarga sempat memberi sepuluh kaleng susu penetral zat dalam tubuh.
"Jadi, tidak mungkin kalau tidak dicekoki narkoba," kesalnya.
F mengatakan, saat ini anaknya masih dalam pendampingan dari Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar dan secara resmi kasus dugaan pemerkosaan ini sudah dilaporkan ke kepolisian.
"Insya Allah dari pihak KPPAD memberikan pendampingan. Kami berterima kasih terutama kepada KPPAD dan kepolisian," ucap F.
Baca Juga: Pelajar di Pontianak Diduga Jadi Korban Asusila, Dicekoki Narkoba di Hotel
Terpisah, Ketua KPPAD Kalimantan Barat, Eka Nurhayati Ishak menerangkan, dugaan pemerkosaan ini terungkap saat KPPAD ikut dalam tim gabungan Satpol PP, TNI dan Polri melakukan razia penyakit masyarakat, pada Selasa (23/2/2021).
Kemudian, lanjut Eka, sejumlah pasangan muda-mudi yang terjaring razia ini bercerita bahwa ada lima anak perempuan yang diduga masih di bawah umur sedang bersama seorang lelaki dewasa di salah satu kamar hotel kawasan Pontianak Kota. Kondisi dari beberapa anak itu, kata Eka, dilaporkan masih nge-fly.
"Kemudian, kami mendatangi lokasi. Lalu, keenam orang itu dibawa dan didata di kantor Satpol PP. Setelah mendapat keterangan dari lima perempuan ini, dua di antaranya yang berusia 19 tahun dan 16 tahun itu didalami. Didapatlah informasi anak usia 16 tahun ini diduga dicekoki narkoba dan mendapat tindakan asusila," jelas Eka.
Ia melanjutkan, anak yang berusia 16 tahun tersebut diduga dicekoki narkoba jenis pil ekstasi setengah tablet. "Dua kali setengah-setengah. Berarti satu butir. Satu jam kemudian, dia disuruh menghisap sabu," bebernya.
Karena itu, kata Eka, korban ngefly dan bicaranya melantur, bahkan sempat mengalami halusinasi yang sangat tinggi.
"Dia sangat ketakutan. Melihat orang seperti hantu," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Kenapa Parkir di Trotoar Masih Marak? Dishub Pontianak Gelar Razia Gabungan
-
Ingin Makeup Natural Sehari-hari? Ini 5 Foundation Terbaik yang Wajib Dicoba
-
5 Bedak Tabur Terbaik untuk Kulit Berjerawat, Ringan dan Tidak Menyumbat Pori
-
Bulog Kalbar Tingkatkan Penyerapan Gabah di 2026, Stok Beras Dipastikan Aman
-
75 Persen Masjid di Indonesia Bermasalah dengan Pengeras Suara