SuaraKalbar.id - Keberadaan pita penggaduh atau rumble strip di Jalan Ahmad Yani, Kota Pontianak, Kalimantan Barat sempat viral dan menuai protes warga.
Betapa tidak, kelengkapan tambahan pada jalan ini dianggap membuat pengendara terganggu. Pasalnya, getaran kendaraan saat melintasi pita penggaduh ini begitu kuat terasa. Apalagi, suspensi pada kendaraan tidak normal.
Namun kini, pita penggaduh yang sementara baru ada di depan kantor dan rumah pejabat itu sudah diperbaiki.
"Dari pelaksana sudah melakukan pengurangan sudut pita penggaduh sebanyak 15 persen dan dilakukan penambahan aspal. Sehingga saat ini untuk kendaraan yang melintas sudah bisa lancar dan tidak terlalu terjadi getaran atau goncangan," jelas Kasat Lantas Polresta Pontianak, Kompol Rio Sigal Hasibuan, Kamis (25/2/2021).
Sigal menceritakan, memang ada protes dari warga terkait keberadaan pita penggaduh di Jalan Ahmad Yani, sehingga, dia bersama pihak tim dari Direktorat Lalu Lintas Polda Kalbar, Dinas Perhubungan Kota Pontianak dan pihak terkait melakukan survei atau pengecekan di lapangan.
"Kami juga melakukan pengukuran. Hasilnya, memang tidak kami temukan pada saat itu yang tidak sesuai dalam arti yang diatur oleh Peraturan Menteri Perhubungan Darat Nomor 82 Tahun 2018 pada Pasal 32, bahwa ketebalan rambu pita penggaduh itu maksimal 40 mili meter ataupun 4 senti meter," kata Sigal.
Berdasarkan hasil pengukuran itu, kata Sigal, ditemukan bahwa ketebalan pita penggaduh hanya pada angka 1,2 - 1,3 cm. Dengan lebar pita penggaduh minimal 25 cm, sedangkan pada saat pengukuran, lebar pita boleh sampai 28 c,.
"Kemudian, jarak antara pita penggaduh yang diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Darat tersebut, minimal 50 cm. Pada saat dilakukan pengukuran juga ternyata berjarak antara 70-80 cm" jelasnya.
Pita penggaduh biasanya ditempatkan menjelang perlintasan sebidang, menjelang sekolah, menjelang pintu tol atau tempat-tempat yang berbahaya bila berjalan terlalu cepat.
Baca Juga: Pemuda Dibacok di Jalan Tengku Umar, Kepala Robek
Menurut Sigal, pemasangan pita penggaduh di jalur kawasan Kantor Kejati Kalbar serta rumah dinas para pejabat itu sudah tepat. Karena, berdasarkan data yang ada di jalan itu sering terjadi aksi kebut-kebutan, bahkan sampai kecelakaan.
"Di jalan itu, memang benar adanya kebut-kebutan atau pun balap liar. Dan juga yang lebih berpotensi terjadi kecelakaan. Seperti pada saat malam tahun baru, terjadi dua laka lantas. Saat itu ada kendaraan keluar dari simpang Palapa terjadi laka lantas yang mengakibatkan luka-luka. Ini diakibatkan karena melebihi kecepatan," jelasnya.
Sigal menyebut pita tersebut bertujuan untuk memberikan imbauan atau hambatan terhadap kecepatan kendaraan. Nantinya juga akan dipasang di jalur atau sebelah jalan lain yang masih dalam kawasan Jalan Ahmad Yani.
Apalagi kata mantan Kapolsek Pontianak Selatan ini, jalan tersebut sudah ditetapkan sebagai jalur kawasan tertib berlalu lintas. Selain pita penggaduh, di jalan ini memang sudah ada rambu-rambu batas kecepatan 40 kilometer per jam.
Intinya, lanjut Sigal, pemasangan pita penggaduh ini sudah melewati koordinasi dan kajian dari forum lalu lintas yang ada dari beberapa instansi.
"Jadi, pemasangan pita penggaduh di titik-titik tertentu nantinya ini, harus melewati kajian dari beberapa instansi, sehingga baru ada keputusan untuk penambahan pita penggaduh," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak
-
BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026
-
PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut
-
Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama
-
IPOSC 2026 Digelar Saat Karhutla Parah, Muncul Desakan agar Acara Sawit Dibatalkan