Dalam penangkapan ini, kata Antam, sempat terjadi perlawanan. Kapal petugas yang berupaya melakukan penangkapan ditabrak oleh nelayan Vietnam. Bagian dari kapal petugas mengalami sedikit kerusakan.
"Ada juga nelayan yang membentangkan jaring untuk merusak propeller kita. Dengan harapan tersangkut sehingga tidak dapat mengejar," tuturnya.
Menurut Antam, hal itu biasa. Petugas di lapangan kerap mendapat perlawanan dari nelayan asing. Apalagi, nelayan asing saat ini sudah menerapkan modus baru yakni menangkap hasil laut Indonesia dengan berpencar.
"Biasanya mereka ini menangkap hasil laut kita dengan berkumpul. Sekarang menyebar. Jadi, mereka berharap ketika kapal kita mengejar yang satu, satunya lari. Sekarang mereka berpecah-pecah," katanya.
Kendati begitu, upaya dan modus dari lawan berhasil dilumpuhkan. Buktinya, tahun ini saja, atau 100 lebih dua hari kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan, ada 72 kapal yang berhasil ditangkap. Dari jumlah itu, 12 kapal asing yang ditangkap.
Kontributor : Ocsya Ade CP
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak
-
BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026
-
PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut
-
Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama
-
IPOSC 2026 Digelar Saat Karhutla Parah, Muncul Desakan agar Acara Sawit Dibatalkan