SuaraKalbar.id - Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU), Akhmad Sahal atau Gus Sahal bukan suara terkait hukum muslim masuk gereja yang tengah ramai diperbincangkan.
Gus Sahal menyoroti perbedaan pandangan sejumlah pendakwah terkait hukum tersebut, termasuk dari Ustaz Abdul Somad (UAS).
Melalui akun Twitter pribadinya @sahal_AS, Gus Sahal menyebut perbedaan pendapat antar ulama dalam hukum islam adalah sebuah hal biasa.
"Dalam hukum Islam, ulama beda pendapat itu biasa, termasuk tentang hukum masuk gereja," ujarnya seperti dikutip SuaraKalbar.id, Rabu (5/5/2021).
Meski begitu,menurutnya, lebih banyak ulama yang membolehkan muslim masuk ke gereja. Dia lantas mencontohkan sikap yang ditunjukkan Ali bin Abi Thalib.
"Ada yang haramkan, tapi banyak yngg bolehkan. Menantu Nabi Ali b Abi Talib pernah makan-makan di gereja. Nyante," sambungnya.
Lebih lanjut, Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika itu menyebut Ustaz Abdul Somad enggan masuk gereja merupakan hak pribadinya.
Namun, dia menolak keras apabila ada pihak menyalahkan orang muslim masuk gereja. Baginya tindakan tersebut tidak etis.
"Kalau UAS ga mau ke gereja, itu haknya. Tapi nyalahkan muslim ke gereja itu picik," pungkas Gus Sahal.
Baca Juga: Kiai Ini Persoalkan Gelar Gus di Depan Nama Gus Miftah
Cuitan Gus Sahal itu merupakan tanggapan atas unggahan seorang warganet yang menyinggung soal pendapat UAS dan Gus Miftah.
Beda pendapat UAS dan Gus Miftah
Sebelumnya, Gus Miftah menuai pro kontra seuai membagikan momen saat pidato di Gereja Bethel Indonesia (GBI).
Sebagian menuding Gus Miftah mencampuradukkan agama, bahkan ada yang menghujatnya kafir hingga sesat.
Gus Miftah pun menjelaskan kalau kedatangannya di GBI, Penjaringan, Jakarta Utara pada 30 April 2021 lalu, bukan untuk mengisi ceramah atau terkait peribadatan melainkan untuk menyampaikan orasi kebangsaan.
Ia hadir di sana, untuk memenuhi undangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk peresmian gereja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Mahasiswi Stikes PHI Bekasi Asal Ketapang Meninggal Dunia, Keluarga Minta Kematian Diusut Tuntas
-
UMKM Kuliner Pontianak Manfaatkan Layanan Pengiriman untuk Jangkau Pasar Nasional
-
Uang Negara Rp1,4 Triliun Berhasil Diselamatkan, Kejati Pastikan Perbankan Tak Nikmati Dana Ilegal
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah