- Elisabet Miranda, mahasiswi Stikes PHI Bekasi, meninggal dunia pada 3 April 2026 dengan dugaan kondisi tidak wajar.
- Keluarga menemukan kejanggalan berupa bercak darah di lokasi kos korban dan menuntut penyelidikan transparan pihak kepolisian.
- Kuasa hukum keluarga akan melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya untuk mengungkap pelaku serta mencari keadilan.
SuaraKalbar.id - Seorang mahasiswi semester 6 Stikes PHI Jatiasih, Bekasi, asal Ketapang, Elisabet Miranda dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Kartika Husada pada 3 April 2026. Jenazah almarhumah kemudian dipulangkan ke Kalimantan Barat pada 4 April 2026.
Keluarga korban menyampaikan duka mendalam sekaligus meminta agar peristiwa ini diusut secara transparan oleh aparat penegak hukum. Dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com pada Selasa (23/6/2026), pihak keluarga menyoroti adanya dugaan kejanggalan di lokasi kos korban.
Berdasarkan informasi dari rekan dan sahabat kuliah korban, di kamar kos Elisabet disebut ditemukan kondisi yang diduga mengarah pada tindak kekerasan, termasuk adanya bercak darah di lokasi kejadian. Namun, penyebab pasti kematian hingga kini masih menunggu hasil penyelidikan resmi kepolisian.
“Dengan demikian, penyebab kematian diduga bukan alami,” lanjut keterangan tertulis keluarga.
Kuasa hukum keluarga korban, Rusliyadi, S.H., menyatakan akan segera melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya. Proses hukum tersebut rencananya juga akan dikawal oleh Panglima Pajaji Bala Pangayo DPC Kabupaten Ketapang.
Pihak keluarga menegaskan bahwa mereka menuntut keadilan dan pengungkapan kasus secara menyeluruh serta transparan.
“Kami menuntut agar aparat kepolisian segera melakukan penyelidikan, memeriksa saksi-saksi, dan mengungkap pelaku di balik kasus ini,” demikian isi keterangan tertulis tersebut.
Selain itu, keluarga juga menekankan bahwa kasus ini harus ditangani secara profesional tanpa ada penutupan fakta.
“Keadilan untuk Elisabet Miranda adalah harga mati, agar kasus ini tidak menjadi preseden buruk bagi perlindungan mahasiswa dan perempuan,” tulis pihak keluarga dalam keterangan tersebut.
Baca Juga: Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
Berita Terkait
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
Kasus 3 Ons Sabu Gegerkan Ketapang, Tiga Oknum Polisi Kini Diperiksa
-
Bela Tanah Adat Berujung Laporan Polisi, Warga Ketapang Desak PT Mayana Cabut Kasus
-
Nasib Orangutan yang Tersesat di Kebun Warga Ketapang, Dievakuasi ke Gunung Palung
-
Penggeledahan KSOP Ketapang Berlanjut, Kejati Kalbar Dalami Dugaan Korupsi Ekspor Bauksit
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Potret Ekonomi Kerakyatan Jadi Tema BRI InFrame 2026
-
BRI Dorong Nasabah Kenali Peluang Investasi Syariah di Tengah Dinamika Pasar
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak
-
BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026