SuaraKalbar.id - Seorang warganet kecewa berat dengan pelayanan sebuah hotel yang dipesannya lewat online hingga memberikan ulasan buruk usai menginap.
Kisah warganet berinisial N tersebut viral setelah dibagikan akun Twitter @txtdrhotel, Selasa (19/5/2021). N membeberkan sejumlah alasan yang membuatnya dongkol pesan hotel online hingga menjadi perhatian warganet lain.
"Sumpah sangat kecewa menginap di sini," tulis N.
Dalam ulasannya, orang tersebut memberikan bintang satu alias penilaian buruk kepada pihak hotel.
Dia juga membeberkan 9 poin alasan dirinya kecewa dengan pelayanan hotel secara detail.
Pertama, dia menyebut kalau harga hotel mahal namun fasilitasnya tak sebanding. Lalu, extra bed yang diberikan kasurnya tipis.
Kemudian, sprei yang dipasang di kamar hotel, kata dia, cuma selimut bukan sprei pada umumnya. Ketika menginap di hotel dia juga terganggu karena sering mendengar pintu kamar dibuka tutup.
Selain itu, N mengatakan harga hotel yang ditunjukkan lewat online dan offline beda sehingga dia merasa dirugikan.
"Saya sudah bayat online pas sampai diminta uang untuk menambah uang dibilang masih kurang," tulisnya.
Baca Juga: Viral Jalan Kompleks Perumahan Disulap Jadi Kolam Renang, Tetangga Julid
N juga mengakui, saking minim fasilitas, hotelnya malah mirip kosan karena juga tidak menyediakan gantungan baju.
Sementara kalau butuh apa-apa harus dicharge atau dikenai biaya tambahan.
Namun di antara sejumlah alasan itu, ada satu poin yang mencuri perhatian publik. Yakni N juga merasa terganggu dengan suara burung saat menginap di hotel.
Baginya, suara burung tersebut berisik dan mengganggunya saat menginap di hotel yang tak sesuai dengan ekspektasi.
Sontak, Ulasan N terkait hotel tersebut seketika mengundang atensi publik. Beragam komentar dituliskan, ada yang gagal paham ada yang memberikan sentilan.
"Dia keganggu suara burung, maksudnya apa sih?" tanya @dadawe***.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Mahasiswi Stikes PHI Bekasi Asal Ketapang Meninggal Dunia, Keluarga Minta Kematian Diusut Tuntas
-
UMKM Kuliner Pontianak Manfaatkan Layanan Pengiriman untuk Jangkau Pasar Nasional
-
Uang Negara Rp1,4 Triliun Berhasil Diselamatkan, Kejati Pastikan Perbankan Tak Nikmati Dana Ilegal
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah