SuaraKalbar.id - Laboratorium PCR Kota Singkawang Kalimantan Barat kehabisan stok reagen tes swab sejak beberapa waktu terakhir. Akibatnya, prose pemeriksaan sampel swab tes PCR warga terkendala.
Kendati begitu, masalah tersebut kini terselesaikan. Sebab, pemerintah pusat telah memasok reagen.
Ada 50 kotak dengan jumlah mencapai 1.000 reagen yang diberikan pemerintah pusat untuk Laboratorium PCR Singkawang.
"Sebelumnya kita kehabisan stok reagen. Namun, hari ini sudah datang bantuannya dari Bankes Jakarta, sekitar 50 box, kurang lebih 1.000 reagen," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Abdul Aziz Kota Singkawang, Ruchanihadi, Selasa (15/6/2021).
Baca Juga: Empat Kecamatan di Singkawang Zona Merah, Tjhai Chui Mie Perketat PPKM Mikro
Ia mengatakan reagen bantuan dari pemerintah pusat ini, tiba di Kota Singkawang pada Sabtu 12 Juni 2021 kemarin.
Dengan ketersediaan 1.000 reagen ini diperkirakan mencukupi kebutuhan bulan Juni. Pemeriksaan sampel pun tak harus dikirim ke Pontianak terlebih dahulu.
"Apabila frekuensi pemeriksaan per-harinya 100 sampel, maka bisa mencukupi sampai bulan Juni," tuturnya.
Di lain pihak, Kepala Dinas Kesehatan dan KB Singkawang, Barita P Ompusunggu menerangkan reagen adalah pereaksi kimia yang berfungsi sebagai bahan pemeriksaan sampel usap (swab) tersebut.
"Pemeriksaan sampel usap kembali dapat dilakukan di Gedung Laboratorium PCR Kota Singkawang dan tidak perlu lagi dikirim ke Laboratorium PCR Untan di Pontianak," kata Barita.
Baca Juga: Begini Penampakan Mobil Laboratorium Rp 6,5 Miliar Provinsi Gorontalo
Dengan demikian, hasil pemeriksaan sampel usap akan lebih cepat diketahui, dan tentunya dapat membantu mempercepat proses penelusuran dan pelacakan untuk penanganan Covid-19.
Berita Terkait
-
Profil Herman, Politisi PKS Tersangka Pencabulan Anak Dilantik jadi DPRD
-
Heboh! Tersangka Pencabulan Anak Dilantik Jadi Anggota DPRD, PKS Siapkan 2 Langkah Tegas!
-
Kadernya Tersangka Pencabulan Anak Dilantik Jadi Anggota DPRD Singkawang, PKS Siapkan Sanksi
-
Ernest Prakasa Geram Tersangka 'Predator Anak' Dilantik Jadi Anggota Dewan: Gak Ada Akal Sehat
-
Bisa-bisanya Tersangka Pencabulan Anak Dilantik Jadi Anggota DPRD, Begini Respons KPU
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
- Harga Tiket Pesawat Medan-Batam Nyaris Rp18 Juta Sekali Penerbangan
- Rekaman Lisa Mariana Peras Ridwan Kamil Rp2,5 M Viral, Psikolog Beri Komentar Menohok
Pilihan
-
Drawing Grup Piala Dunia U-17 2025: Timnas Indonesia U-17 Bertemu Brasil hingga Ghana?
-
Polresta Solo Apresiasi Masyarakat Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor
-
Bahaya! JP Morgan Soroti Pernyataan Blunder Pejabat RI, Terbukti IHSG dan Rupiah Anjlok
-
IHSG Anjlok 8 Persen, Saham NETV Justru Terbang Tinggi Menuju ARA!
-
IHSG Terjun Bebas, Hanya 15 Saham di Zona Hijau Pasca Trading Halt
Terkini
-
Uang Mahar Rp50 Juta Ludes Terbakar, Dadan Warga Kubu Raya Tetap Teguh Lanjutkan Pernikahan
-
7 Coffee Shop di Kalbar Terancam Denda Rp10 Miliar Gegara Nobar Ilegal Liga Inggris
-
Wisatawan Asal Sambas yang Terseret Arus di Riam Marum Dawar Bengkayang Ditemukan Meninggal Dunia
-
Tips Liburan Murah di Kalimantan Barat untuk Backpacker Pemula
-
Panduan Lengkap Transportasi di Kalbar: Dari Bandara hingga Tempat Wisata