SuaraKalbar.id - Pelabuhan Dwikora Pontianak tutup sampai 31 Juli 2021. Peniadaan aktivitas pelayaran di Kalimantan Barat ini berkaitan dengan upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di provinsi itu.
Penutupan ini berdasarkan surat Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat Nomor 553/206/DISHUB-C tanggal 5 Juli 2021 perihal Pembatasan Berlabuh Kapal Penumpang di Pelabuhan Penumpang di Kalimantan Barat.
"Berdasarkan surat itu, maka Pelabuhan Dwikora Pontianak meniadakan pelayanan naik dan turun penumpang sampai tanggal 31 Juli 2021," kata Kasi Lalu Lintas dan Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Pontianak Mohammad Kendeka Bastari, Rabu (7/7/2021).
Hari ini, merupakan proses naik dan turun penumpang kapal laut terakhir pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di Kota Pontianak.
"Hari ini masih ada dua kapal yang akan masuk. Yakni KM. Bukit Raya operator PT. Pelni dengan pelabuhan asal Serasan dan KM. Dharma Kartika VII operator PT. DLU dengan pelabuhan asal Semarang," jelas Kendeka.
Lanjut dia menjelaskan, peniadaan ini hanya berlaku untuk penumpang orang. Sementara untuk kapal yang mengangkut logistik masih berjalan normal.
"Kegiatan pelayaran kapal di Pelabuhan Dwikora Pontianak dengan muatan logistik masih berjalan secara normal. Hanya peniadaan pelayanan naik dan turun penumpang," tutupnya.
Sementara kondisi Kalimantan Barat secara umumnya sudah masuk ke zona oranye risiko tinggi penyebaran Covid-19. Kota Pontianak dan Kota Singkawang berstatus zona merah.
Sedangkan Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang berada dalam zona kuning. Sedangkan 10 kabupaten lainnya zona oranye.
Baca Juga: Rekor Kematian Terbanyak Selama Pandemi, 7 Pasien Covid di Maluku Meninggal dalam Sehari
Kontributor : Ocsya Ade CP
Tag
Berita Terkait
-
'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran
-
Solusi Cepat Jelajah Kalbar: Panduan Lengkap Marina Express April 2026!
-
Ekonomi Kayong Utara Melejit 5,89 Persen, Kawasan Industri Pulau Penebang Jadi Motor Utama
-
Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!
-
8 Orang Tewas dalam Tragedi Helikopter Jatuh di Sekadau, KNKT Dalami Penyebab Kecelakaan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Bukan Oplosan, Ini Modus 'Halus' Penjualan BBM Subsidi di Kalbar yang Terungkap
-
Gawai Dayak Melawi: Ketika Budaya Tak Sekadar Dirayakan, Tapi Dipertahankan dari Zaman
-
'Kami Minta Dibebaskan', Ratusan Warga Datangi Mapolres Sanggau, Polisi Beri Waktu 3 Hari
-
Bela Tanah Adat Berujung Laporan Polisi, Warga Ketapang Desak PT Mayana Cabut Kasus
-
Usai Dikunjungi Rocky Gerung, Ini Rahasia Kopi Warkop Asiang yang Sejak Dulu Bikin Orang Rela Antre