Berawal dari tiga orang, MMC berdiri. Syafriansyah, penduduk asli Penibung adalah saksi nyata hilangnya lapangan bola, akibat tergerus abrasi.
Sedangkan Ronny Priadi, orang Kampung Benteng, juga saksi pindahnya sekolah. Mulanya, sekolah itu ada di daratan. Kini, sekolah dipindahkan karena daratan hilang menjadi lautan akibat abrasi. Selain sekolah, komplek pemakaman muslim di Benteng juga tenggelam.
"Semua itu bukti nyata yang memotivasi kami bertiga, untuk terus menanam mangrove," jelas Fajar.
Posko MMC kemudian didirikan di Kampung Benteng. Program pertama mereka dimulai 14 Desember 2011. Mereka mulai mengumpulkan relawan. Menanam mangrove, termasuk mendengar cerita lama dari warga sekitar. Salah satunya soal keprihatinan terhadap abrasi pantai yang mengkhawatirkan.
Sebelum mereka mulai aktif menanam mangrove, Pemda sudah acap kali membuat program penanaman mangrove. Namun tidak efektif. Ribuan mangrove ditanam, seperti dibuang begitu saja ke laut. Program-progam itu hanya seperti sebatas melepaskan tanggung jawab proyek. Buktinya tidak ada satu pun yang berhasil.
"Pemerintah menanam mangrove hanya memikirkan kuantitas jumlah. Mereka tidak melihat aspek kualitas dan perawatan. Mau berapa pun banyaknya, itu sia-sia," kata Fajar.
Menanam mangrove harus mengikuti panduan. Banyak-banyak membaca literasi. Sebab, ada banyak faktor penyebab mangrove hidup atau mati, setelah ditanam. Masyarakat harus dilibatkan. Edukasi tentang lingkungan berkelanjutan, mesti diberikan ke warga. Pemerintah sering mengabaikan hal itu.
"Masyarakat mindset-nya, ketika ada kegiatan menanam mangrove itu proyek pemerintah. Bahkan ada yang minta bagi proyek ke saya," katanya.
Menjadi aktivis lingkungan dengan menanam mangrove, ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan. Niat dan tekad harus kuat. Kalau tidak, mungkin saja hari ini semangat menanam, besok sudah lemah kehilangan semangat. Fajar pernah disebut orang gila. Mendengar selentingan itu, dia anggap hal biasa.
Baca Juga: Rapor Daihatsu: Raih Peringkat Kedua Pasar Otomotif Nasional Semester Pertama
"Itu salah satu tantangan bagi saya di 2011," katanya.
Banyak mendengar selentingan orang. Dia berpikir, mindset masyarakat harus benar-benar diubah. Tidak perlu lagi menilai, menanam mangrove adalah kegiatan proyek pemerintah. Masyarakat harus tahu bahwa, relawan MMC hanya bergerak di bidang sosial. Dengan begitu, diharapkan mereka mau ikut ambil peran.
Tahun demi tahun berlalu. MMC melewati banyak tahapan, termasuk seleksi alam. Ada relawan yang bergabung, ada juga yang keluar. Tapi, Fajar dan dua temannya tetap bertekad. Sampai 2013, dia mulai sadar, bekerja tiga orang saja tidak cukup. Mereka harus cari cara lain.
"Sampai 2013, kami tidak dibantu sama sekali, semua sumber daya dari kantong sendiri. Kami pikir, kalau begini terus, kami tidak akan mampu harus cari ide lain," ungkap Fajar.
Sempat bingung mencari volunteer atau relawan, ia tak hilang akal. Dia masuk ke sekolah-sekolah. Sebelumnya sudah coba ajak para orang tua, namun gagal. Orang tua harus bekerja dan menafkahi keluarga masing-masing. Tidak cocok jadi relawan yang tak digaji. Anak-anak muda dirasa cocok untuk diajak.
Fajar mengubah dirinya menjadi sales marketing. Dia berjualan program menanam mangrove ke sekolah-sekolah. Pada 2013, ia adakan satu kegiatan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup, dan siswa-siswi SMA 1 Mempawah Hilir.
Berita Terkait
-
BAF Lanjutkan Gerakan Hijau, 20 Ribu Mangrove Ditanam di Jawa Tengah
-
Tak Hanya Menambah Pohon, Mengapa Kota Perlu Mengelola Ruang Hijau Secara Lebih Cerdas?
-
Sisa Sayuran Dapur Bisa Ditanam Kembali: Ini Cara Sederhana Kurangi Sampah Makanan
-
Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir
-
Program Mangrove NHM di Kao Berhasil Pulihkan Kawasan Pesisir dan Tingkatkan Ketahanan Lingkungan
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Pasang Rating BBRI Jadi Overweight, Ini Alasan JPMorgan Berikan Sinyal Positif
-
BRI Perkuat UMKM Eks Pekerja Migran Indonesia Lewat KUR dan Pelatihan Purna Migran
-
Ini Dedikasi Mantri BRI di Sumatera Utara: Menembus Batas Pelosok Demi UMKM Naik Kelas
-
Mari Rayakan HUT ke-70 Danamon di Pontianak dengan Hidangan Serba Rp70 Pakai QRIS D-Bank PRO