Scroll untuk membaca artikel
RR Ukirsari Manggalani
Jum'at, 16 Juli 2021 | 07:00 WIB
Raja Fajar Azansyah memandu anak-anak memahami mangrove [InsidePontianak.com/Ist].

Sekarang, masyarakat Sengkubang menyebut lokasi itu Pantai Ancol. Pondok-pondok warung dibangun. Kawasan itu jadi objek wisata.

Sementara di tengah lebatnya hutan bakau di Desa Pasir, ombak yang datang dari laut mengempas akar mangrove. Kubus pemecah ombak hanya jadi benteng lapis kedua. Lebatnya hutan mangrove, membuat berbagai jenis flora dan fauna mudah dijumpai.

Rerimbunan hutan mangrove itu, kini menjadi objek wisata. Namanya, Mempawah Mangrove Conservation (MMC). Selain melawan abrasi, lokasi itu juga jadi pusat pengembangan edukasi lingkungan hidup.

Sentuhan tangan pria kelahiran 9 Oktober 1978 di Tanjung Pinang, menyulap sebagian besar pesisir yang tergerus abrasi itu.

Baca Juga: Rapor Daihatsu: Raih Peringkat Kedua Pasar Otomotif Nasional Semester Pertama


Berdirinya MMC

Berawal dari tiga orang, MMC berdiri. Syafriansyah, penduduk asli Penibung adalah saksi nyata hilangnya lapangan bola, akibat tergerus abrasi.

Sedangkan Ronny Priadi, orang Kampung Benteng, juga saksi pindahnya sekolah. Mulanya, sekolah itu ada di daratan. Kini, sekolah dipindahkan karena daratan hilang menjadi lautan akibat abrasi. Selain sekolah, komplek pemakaman muslim di Benteng juga tenggelam.

"Semua itu bukti nyata yang memotivasi kami bertiga, untuk terus menanam mangrove," jelas Fajar.

Posko MMC kemudian didirikan di Kampung Benteng. Program pertama mereka dimulai 14 Desember 2011. Mereka mulai mengumpulkan relawan. Menanam mangrove, termasuk mendengar cerita lama dari warga sekitar. Salah satunya soal keprihatinan terhadap abrasi pantai yang mengkhawatirkan.

Baca Juga: Genre Otomotif, "F9" Menjadi Film Terbesar Hollywood Masa Pandemi Covid-19

Sebelum mereka mulai aktif menanam mangrove, Pemda sudah acap kali membuat program penanaman mangrove. Namun tidak efektif. Ribuan mangrove ditanam, seperti dibuang begitu saja ke laut. Program-progam itu hanya seperti sebatas melepaskan tanggung jawab proyek. Buktinya tidak ada satu pun yang berhasil.

Load More