"Masyarakat lokal yang mengelola objek wisatanya. Kami MMC berperan di bidang konservasinya," kata Fajar.
Seiring berjalannya waktu, Mempawah Mangrove Park berhasil dikembangkan. Selanjutnya, jadi satu-satunya lokasi cikal-bakal pemanfaatan hutan mangrove, sebagai Ekowisata di Kalimantan Barat.
“Mempawah Mangrove Park di Desa Pasir menjadi pelopor Ekowisata di Kalimantan Barat," papar Fajar.
Konflik keluarga berakhir bahagia
Baca Juga: Rapor Daihatsu: Raih Peringkat Kedua Pasar Otomotif Nasional Semester Pertama
Fajar memiliki latar belakang pendidikan di Manajemen Pariwisata. Lama bergelut dengan mangrove, membuatnya sering menjadi pemandu wisata bagi pengunjung. Terutama bagi wisatawan yang berkunjung secara berkelompok di Mempawah Mangrove Park.
Dia mampu menjelaskan jenis-jenis pohon mangrove. Ekosistem di dalamnya, bagaimana cara menjaga, menanam dan mengapa mangrove itu mati. Bahkan, secara detail, dia ingat apa saja perubahan yang telah terjadi di dataran yang dipijaknya.
"Saya bertahun-tahun mempelajari mangrove. Membaca banyak literasi dan studi banding ke luar pulau. Akhirnya, saya mencintai mangrove. Sama seperti saya mencintai keluarga,” katanya.
Semua yang dilakukan Fajar, bukan tanpa hambatan. Awalnya, keluarga tidak mendukung sepenuhnya. Dia sulit menyesuaikan waktu. Membuatnya harus memilih, siapa yang lebih dulu, keluarga atau mangrove. Dampaknya, saat pulang ke rumah, dia kerap konflik dengan keluarga.
Bertahun-tahun berjalan, keluarga akhirnya ia mengerti. Fajar dapat kebahagiaan batin, ketika mengingat keberhasilannya mengembangkan ekowisata hutan mangrove. Konservasi yang dilakukan sepuluh tahun belakangan, sudah memberikan perubahan.
Baca Juga: Genre Otomotif, "F9" Menjadi Film Terbesar Hollywood Masa Pandemi Covid-19
“Dulu, burung bangau dan kepiting bakau sulit dijumpai di hutan mangrove. Sekarang, kita bisa bertemu dengan cukup mudah. Masih banyak lagi flora dan fauna lain," pungkasnya bahagia.
Berita Terkait
-
Yamaha Tanam Ratusan Ribu Mangrove di Bone
-
Hutan Mangrove Lestari, Ekonomi Masyarakat Adat Kaltim Kuat Berkat Beasiswa Kemitraan Baznas
-
Serap 8 Ton Karbon/Tahun, PTPP Tanam 1.000 Mangrove di Semarang
-
Penanaman 1000 Mangrove di Sultra demi Kurangi Emisi Karbon
-
BRI Peduli Berdayakan Petani Kalimantan Timur: Atasi Lahan Kritis, Tanam Durian & Serap Karbon
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Desa Wunut Bagikan THR dan Jaminan Sosial, Bukti Nyata Inovasi Desa Berkat Program BRI
-
Panduan Jelajah Bukit Kelam: Destinasi Wisata di Sintang yang Menakjubkan
-
Mengenal Tradisi Gawai Dayak: Tempat Liburan Sekaligus Menyelami Budaya Lokal
-
Rute Perjalanan Darat dari Pontianak ke Kapuas Hulu: Apa yang Perlu Kamu Siapkan?
-
Kuliner Khas Kalimantan Barat: 7 Makanan yang Wajib Dicoba Saat Liburan